
Enak Jamane Kang Ato
Tulisan “enak jamane dulu” memicu obrolan santai soal perbandingan masa lalu dan kini, dari kesejahteraan, pembangunan, hingga kehidupan masyarakat.

Tulisan “enak jamane dulu” memicu obrolan santai soal perbandingan masa lalu dan kini, dari kesejahteraan, pembangunan, hingga kehidupan masyarakat.

Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Mangku Pancuran Sewu: Telaah atas Relasi Budaya Tegal terhadap Tatanan Besar Kebudayaan Nuswantara” digelar di Aula Kampus Institut Agama Islam Bakti Negara atau IBN Tegal

Cerita Bangjo karya Daning Maufur tentang lampu lalu lintas yang makin ramai aturan, namun kadang justru terasa membingungkan dan mengganggu pengguna jalan.

Situs Watu Jaran di Brebes jadi jejak sejarah Hindu dan misteri lokal, dengan artefak kuno serta legenda kuda batu yang masih dipercaya warga hingga kini.

Kondisi Candi Gagang Golok di Desa Galuh Timur, Tonjong, Brebes memprihatinkan dan butuh sentuhan pelestarian agar warisan sejarah ini tetap lestari kini!

Keindahan alami Candi Pangkuan di Desa Cilibur, situs bersejarah Hindu-Buddha yang masih asri dan sarat jejak peradaban masa lalu.

Refleksi Kongres Bahasa Tegal 2006 hingga kini, harapan pelestarian bahasa daerah belum optimal meski upaya komunitas dan lembaga terus berjalan.

Sumurpanggang di Tegal, kini Kelurahan di Margadana, lahir dari legenda begal Jamaludin yang tubuhnya dipanggang di sumur, memberi nama wilayah itu.

Telusuri sejarah Makam Astana Pasekaran Batang, situs leluhur para adipati sejak era Mataram Islam yang menyimpan misteri dan perlu kajian mendalam hingga.

Rusunawa Tegal mangkrak sejak 2011 belum dihuni, warga kecil yang berharap kini resah menanti kepastian hunian yang tak kunjung datang.

Cerita ringan berbahasa Jawa tentang obrolan lucu soal gratifikasi antara dosen dan ponakannya, mengangkat isu hukum dengan sudut pandang sederhana dan kritis.

Cerita Man Damin dan kawan-kawan membahas polemik Pasar Esuk Tegal yang kalah di pengadilan. Warga heran karena pemerintah harus bayar miliaran ke investor.

Legenda Putri Cempaka dan sayembara Tuk Mudal menjadi asal-usul sumber air unik di Desa Cempaka, Tegal, kini jadi wisata dan penggerak ekonomi warga

Cerita Man Damin menemukan bendera Merah Putih terpasang terbalik saat keliling kampung pada perayaan kemerdekaan, mengingatkan makna perjuangan dan nasionalisme.

Cerita lucu Ikha lan Ipah, sedulur perek sing sabendina boncengan motor mubeng Kota Tegal. Saka parkir liar nganti kejadian ketinggalan sing gawe ngakak.

Kisah asal-usul GOR Wisanggeni Tegal. Awalnya bernama GOR Tegal saat diresmikan 1988, namun sehari kemudian diganti mengikuti nama Jalan Wisanggeni dan tokoh wayang.

Tulisan humor Tegalan iki nyritakake kebingungan aturan lalu lintas, utamane soal belok kiwa lan lampu motor awan, kanthi gaya guyon lan sindiran ringan.

Agenda rutin yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta (Solo) setiap lebaraan yaitu pertunjukan opera Bakdan Neng Solo.

Pura Mangkunegaran Surakarta menggelar kirab obor yang dimulai dari Masjid Al Wustho mengelilingi Pura Magkkunegaran dan berakhir di Pamedan.

Lebaran Idul Fitri 1447 H jatuh Sabtu Pahing, 21 Maret 2026, hari sakral untuk langkah baru, silaturahmi, dan rezeki berlimpah.