Telusuri Sejarah Makam Astana Pasekaran di Batang, Perlu Kajian Mendalam

Kamis, 9 April 2026 | 08.50
Makam Astana Pasekaran
Makam Astana Pasekaran

Telusuri sejarah Makam Astana Pasekaran Batang, situs leluhur para adipati sejak era Mataram Islam yang menyimpan misteri dan perlu kajian mendalam hingga.

BATANG, puskapik.com - Mendekati peringatan hari kembalinya Kabupaten Batang dari Kabupaten Pekalongan (hari jadi) Ke-60, komplek Makam Astana Pasekaran mulai dipersiapkan oleh juru kunci, untuk menyambut kehadiran pemangku kebijakan berziarah ke para leluhur.

Dialah Suparno yang mendapat amanat mengurus segala sesuatu terkait makam para adipati yang telah ada sejak era Mataram Islam.

Sejak tujuh tahun lalu, ia diamanati menggantikan ayahandanya yang telah wafat untuk meneruskan tugas mengurus komplek Makam Astana Pasekaran yang telah ada sejak tahun 1600-an.

Baca Juga: ASN di Kota Tegal WFH Tiap Jumat, Perjalanan Dinas Dipangkas Hingga 70 Persen

“Tidak ada wejangan apapun dari mendiang bapak (Nur Khasan) pokoknya, jadi juru kunci di sini sudah turun-menurun sejak simbah (Mbah Muchari),” katanya, saat ditemui di samping pusara Makam Adipati Batang, KRT. Soero Hadiningrat (Pangeran Sedarawuh), Kabupaten Batang.

Setiap harinya ia secara istiqomah membersihkan setiap sudut di area Makam Astana Pasekaran mulai dari menyapu halaman komplek hingga membersihkan makam para adipati.

Khususnya yang menjadi fokus para peziarah, ada beberapa pusara yang sering dikunjungi dan menjadi tempat berdoa kepada Allah serta meneladani perjuangan pendiri Kadipaten Batang.

Baca Juga: Jembatan Gantung Sangkanjaya Amblas, PMI Kabupaten Tegal Berikan Bantuan untuk Ibu Hamil

“Tidak ada waktu khusus atau hari pantangan untuk berziarah ke sini, semua boleh dan buka 24 jam. Hampir setiap harinya ada yang berziarah, bahkan banyak pula dari luar kota, seperti kemarin dari Surabaya, ada pula beberapa tahun lalu kerabat Keraton Kasultanan Yogyakarta yang berziarah ke Makam Adipati Toemenggung Poespo Negoro,” jelasnya.

Sebagai juru kunci, ia pun tak bosan-bosannya mengingatkan generasi muda untuk senantiasa menghormati dan menghargai perjuangan para pendiri Kabupaten Batang.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait