Sejarah Candi Pangkuan, Jejak Peradaban di Lereng Brebes Selatan

Selasa, 14 April 2026 | 09.07
Kondisi Candi Pangkuan di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, yang masih alami.
Kondisi Candi Pangkuan di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, yang masih alami.

Keindahan alami Candi Pangkuan di Desa Cilibur, situs bersejarah Hindu-Buddha yang masih asri dan sarat jejak peradaban masa lalu.

BREBES, puskapik.com - Di kawasan perbukitan selatan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tepatnya di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, tersimpan sebuah situs bersejarah yang dikenal dengan nama Candi Pangkuan.

Meski tidak seterkenal candi-candi besar di Jawa Tengah, keberadaan situs ini menjadi bukti bahwa wilayah Brebes juga memiliki jejak peradaban masa lampau yang patut diperhitungkan.

Candi Pangkuan ini, merupakan candi yang berupa batu lonjong setinggi 50 cm. Dari penelusiran puskapik.com, Candi Pangkuan diperkirakan berasal dari masa Hindu-Buddha, sekitar abad ke-8 hingga ke-10 Masehi.

Baca Juga: GP Ansor Tegal Diharap Tampil Sebagai Organisasi yang Moderat dan Inklusif

Yakni, pada periode berkembangnya kerajaan-kerajaan besar di Pulau Jawa seperti Kerajaan Mataram Kuno.

Hal ini terlihat dari temuan batu-batu candi yang memiliki ciri khas arsitektur klasik, seperti batu andesit yang dipahat sederhana namun sarat makna religius.

Sejarawan W.J. van der Meulen, dalam catatannya menyebutkan, bahwa wilayah Jawa Tengah bagian barat telah menerima pengaruh Hindu sejak awal Masehi.

Baca Juga: Dinilai Berhasil, Jateng Jadi “Pilot Project” Penguatan Kemitraan MBG dari Kemenko Pangan

Salah satu kerajaan Hindu awal yang berkembang di wilayah ini adalah Kerajaan Galuh Purba, yang menganut ajaran Hindu dan menggunakan lingga sebagai salah satu simbol keagamaannya.

Halaman 1 dari 4

Artikel Terkait