Kondisi Terkini Gunung Slamet, 5 Gempa Hembusan, 5 Gempa Low Frequency dan 1 Gempa Tremor

Gunung Slamet berstatus Waspada dengan peningkatan suhu hingga 463°C, disertai gempa vulkanik dan asap kawah, radius bahaya kini diperluas 3 km.
SLAWI, puskapik.com - Akhir-akhir ini, Gunung Slamet yang berdiri di lima kabupaten Jawa Tengah, menunjukan perubahan suhu cukup signifikan. Bahkan, radius daerah tak aman di puncak Gunung Slamet diperluas menjadi 3 kilometer.
Berdasarkan laman MAGMA Indonesia yang dikelola Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang dilaporkan Ardi per 24 jam, tanggal 11 April 2026 pukul 00:00-24:00 WIB menyebutkan, lokasi administratif dan eografis Gunung Slamet terletak di Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten dengan posisi geografis di Latitude -7.242°LU, Longitude 109.208°BT dan memiliki ketinggian 3.428 mdpl.
Baca Juga: Ziarah Penuh Haru, Wali Kota Tegal Kenang Semangat Ki Gede Sebayu
Secara Klimatologi Gunung Slamet bahwa cuaca cerah hingga hujan, angin lemah ke arah selatan dan barat. Suhu udara sekitar 21.2-26.3°C dengan kelembaban 67-83%.
Pengamatan visual Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 50-400 meter dari puncak Gunung Slamet.
Pengamatan kegempaan telah terjadi 5 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 3-3.5 mm, dan lama gempa 32-57 detik. Selain itu, 5 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 3 mm, dan lama gempa 9-25 detik, dan 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 0.5-1 mm, dominan 0.5 mm.
Baca Juga: Ketua FKUB Kabupaten Tegal Serukan Toleransi dan Persatuan dalam Halal Bihalal Lintas Agama
Dengan pengamatan tersebut, disimpulkan tingkat aktivitas Gunungapi Slamet Level II (Waspada). Rekomendasi kepada masyarakat dan pengunjung/ wisatawan tidak berada/ beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah puncak Gunung Slamet.
Sementara itu, suhu Gunung Slamet mengalami peningkatan cukup signifikan sejak beberapa hari lalu. Suhu puncak Gunung Slamet yang biasanya hanya 200 derajat celcius, kini meningkat menjadi 463 derajat celcius. Kondisi itu membuat radius tak aman bagi masyarakat diperluas menjadi 3 kilometer dari puncak Gunung Slamet.
"Suhu puncak Gunung Slamet tahun 2024 sekitar 200 derajat celcius menjadi 411 derajat celcius," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, M Rusdi saat dihubungi pada Selasa (7/4).


