Bayi Baru Lahir Meninggal di RS, Terpaksa Dibawa Pulang Pakai Motor

Muhammad Jaenal Amin dan sang istri Nurjanah menunjukan berkas persalinan dari RSI PKU Muhammadiyah Singkil Adiwerna, Kabupaten Tegal. FOTO/PUSKAPIK/WIJAYANTO
Iklan

PUSKAPIK.COM, Adiwerna – Kesedihan mendalam dirasakan Muhammad Jaenal Amin (24) dan istrinya Nurjanah (21), warga RT 04/RW 01 Desa Adiwerna, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal. Pasalnya, anak pertamanya yang baru berusia satu hari, meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di RSI PKU Muhammadiyah Singkil, Adiwerna, Kabupaten Tegal.

Perasaan Jaenal dan Nurjanah makin pilu, karena mereka terpaksa membawa pulang jenazah anaknya menggunakan sepeda motor pada pukul 03.00 lantaran pihak rumah sakit tidak memberikan tawaran menggunakan mobil ambulan.

“Digendong naik motor sama kakak saya. Saya tidak ditawari naik mobil ambulan. Mungkin karena saya dari keluarga tidak mampu,” tutur Muhammad Jaenal Amin, ayah sang bayi, saat ditemui di rumahnya, Selasa siang, 29 Desember 2020.

Jaenal mengisahkan, peristiwa itu berawal ketika 18 Desember 2020 sekitar pukul 11.00 WIB, istrinya yang sedang hamil tua masuk ke RSI PKU Muhammadiyah Singkil setelah sebelumnya mendapat rujukan dari Puskesmas Adiwerna. Setelah menginap satu malam, istrinya melahirkan bayi laki-laki. Tepatnya pada Sabtu, 19 Desember 2020 sekitar pukul 16.40 WIB. Kemudian keesokan harinya, istrinya dipersilakan pulang ke rumah. Namun, bayinya tetap ditinggal di rumah sakit.

Pada Minggu malam, 20 Desember 2020, mendadak dirinya mendapat kabar dari pihak rumah sakit jika anaknya kritis. Tanpa menunggu lama, Jaenal mengaku langsung menuju ke ruangan tempat anaknya di rawat. Saat berada di ruangan, wajah bayi sudah dalam kondisi membiru.

“Sekitar jam setengah satu malam (Senin dini hari, 21 Desember 2020), saya dikabari jika anak saya meninggal dunia,” tuturnya.

Jaenal mencoba menanyakan kepada pihak rumah sakit penyebab anaknya meninggal dunia dan terdapat luka di pinggangnya. Kala itu, pihak rumah sakit hanya menjelaskan jika sang bayi meninggal karena ada cairan ketuban di paru-parunya dan jantungnya. Diduga, air ketuban dalam kandungan ibu bayi pecah. “Pihak rumah sakit cuma menjelaskan itu saja. Tidak menjelaskan kenapa ada luka di pinggang anak saya,” ujarnya.

Dalam kondisi diliputi kesedihan, lanjut Jaen, dini hari itu pihak rumah sakit meminta agar jenazah bayi langsung dibawa pulang. Bahkan, pihak rumah sakit juga meminta uang jaminan sebesar Rp4 juta karena BPJS belum diproses. Namun, setelah dinegosiasi, Amin hanya mampu menyerahkan uang jaminan sebesar Rp500.000 dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el). Tapi, uang itu akhirnya dikembalikan lagi setelah BPJS sudah diproses.

“Jenazah bayi langsung kami bawa pulang pakai motor sekitar jam tiga pagi. Tubuh bayi sudah pakai kain,” ucapnya.

Sementara, saat bayi dimandikan sebelum dimakamkan, ada yang melihat di tubuh bayi terdapat luka. Tepatnya di pinggang samping. Kemudian di tangan kanan juga terdapat lebam. Padahal, saat baru lahir, tubuh bayi terlihat normal tanpa luka. Amin mengaku sempat melihat anaknya itu ketika masih dirawat di inkubator. “Lukanya diketahui oleh Pak Lebe yang memandikan jenazah anak saya,” ucapnya.

Sementara Nurjanah juga mengaku tidak melihat ada luka di tubuh anaknya. Saat baru melahirkan, dia sempat melihat tubuhnya normal dan tidak ada luka. “Tapi mendadak meninggal dunia. Padahal waktu baru lahir, sempat menangis dan normal,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan Medis RSI PKU Muhammadiyah Singkil Adiwerna, Abdurrahman, mengaku sudah sempat menawarkan kepada pihak keluarga agar jenazah dibawa pulang dengan menggunakan mobil ambulan. “Dari prosedurnya kita sudah menawarkan mobil ambulan, namun pihak keluarga tidak berkenan, sehingga kami tidak memaksakan,” tuturnya.

Terkait dengan luka lebam pada jenazah, Abdurahman menjelaskan bahwa luka lebam kebiruan merupakan proses alami yang terjadi pada jenazah. Hal itu merupakan proses alami pada orang yang meninggal, karena secara normal, bisa dijumpai pada oang yang meninggal.

“Jadi memang pada umumnya sekitar 30 menit sampai 2 jam itu jenazah akan mengalami proses alami seperti itu. Ini proses alami karena memang sudah berhenti aliran darahnya,” katanya.

Kontributor: Wijayanto
Editor: Faisal M

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini