Jembatan Gantung Sangkanjaya Tegal Ditutup, Pondasi Ambrol dan Lantai Bolong

Kamis, 26 Maret 2026 | 09.05
Seorang warga melihat kondisi jembatan gantung Sangkanjaya, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Kamis 26 Maret 2026. (Dok)
Seorang warga melihat kondisi jembatan gantung Sangkanjaya, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Kamis 26 Maret 2026. (Dok)

Jembatan gantung Desa Sangkanjaya, Balapulang, Kabupaten Tegal ditutup setelah pondasi ambrol dan lantai bolong akibat banjir Sungai Gung usai hujan deras.

SLAWI, puskapik.com - Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Sangkanjaya, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, ditutup sementara sejak Rabu malam, 25 Maret 2026. Hal itu dikarenakan pondasi jembatan ambrol dan lantai jembatan bolong akibat digerus aliran Sungai Gung.

Informasi di lapangan, hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Balapulang sejak pukul 19.30 WIB.

Hujan deras tersebut mengakibatkan Sungai Gung yang melintasi jembatan gantung Sangkanjaya meluap.

Baca Juga: Dua Mayat Ditemukan Membusuk di Atap Masjid Gemparkan Warga di Brebes

Luapan sungai yang disertai derasnya air membuat pondasi jembatan ambrol. Kondisi itu menyebabkan lantai jembatan juga ambrol.

Akibat kejadian itu, warga menutup jembatan dengan bambu agar tidak ada masyarakat yang melintas.

Selain merusak jembatan gantung, banjir juga mengakibatkan dinding tebing di sekitar lokasi tergerus arus deras. Kondisi ini memperparah kerusakan infrastruktur, termasuk jalan aspal di sekitar jembatan yang terlihat retak dan berlubang.

Baca Juga: Sungai Babakan di Ketanggungan Brebes Meluap, Sejumlah Desa dan Jalur Mudik Kebanjiran

Akibat kejadian ini, akses menuju Desa Sangkanjaya untuk sementara lumpuh total. Warga tidak dapat melintasi jalur tersebut baik menggunakan kendaraan maupun berjalan kaki.

Hingga saat ini, informasi yang dihimpun masih bersifat sementara. Belum ada laporan resmi terkait jumlah kerugian maupun langkah penanganan dari pihak berwenang.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait