Magma Gunung Slamet Sudah Dipermukaan, Semua Jalur Pendakian Ditutup

Suhu Gunung Slamet naik signifikan hingga 463°C, magma mendekati permukaan. Zona bahaya diperluas 3 km, pendakian ditutup sejak 5 April 2026.
PEMALANG, puskapik.com - Gunung Slamet yang menapak di lima kabupaten wilayah Jateng, mengalami perubahan suhu dari 200 derajat celcius naik menjadi 463 derajat celcius sejak 4 April 2026.
Kondisi itu juga dibarengi dengan magma Gunung Slamet yang telah naik ke atas hingga hampir menuju permukaan.
Hal itu disampaikan Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, M Rusdi saat dihubungi pada Selasa 7 April 2026.
Baca Juga: Wagub Jateng Tegaskan Butuh Kolaborasi Lintas Pihak untuk Perbaikan Permanen Banjir Demak
M Rusdi mengatakan, berdasarkan pengamatan drone thermal telah mendeteksi suhu puncak Gunung Slamet pada 3 April 2026. Berdasarkan suhu puncak Gunung Slamet tahun 2024, terdapat kenaikan signifikan dari 200 derajat celcius menjadi 411 derajat celcius.
"Sehari setelah dilakukan pengamatan tanggal 4 April 2026, laporan khusus pengukuran suhu lagi terdapat kenaikan suhu dari 411 derajat celcius menjadi 463 derajat celcius," kata M Rusdi.
Dengan kenaikan suhu itu, lanjut dia, dilakukan perluasan zona jarak rekomendasi yang semula 2 km menjadi 3 km.
Baca Juga: Di Tengah Banyaknya Hoaks, Media Jadi Penjernih Informasi
Dengan rekomendasi perluasan zona tidak aman puncak Gunung Slamet, semua jalur pendakian ditutup semua sejak 5 April 2026.
Namun demikian, status Gunung Slamet masih level II waspada, dan masyarakat, pendaki, dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 3 km.


