Pemalang Waspadai El Nino, Kekeringan Diprediksi Bakal Lebih Parah

Senin, 6 April 2026 | 06.21
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Pemalang waspadai El Nino 2026, kekeringan diprediksi lebih parah Mei–September, ancam air bersih dan pertanian, BPBD siapkan mitigasi dan cadangan pangan.

PEMALANG, puskapik.com – Ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino mulai membayangi Kabupaten Pemalang, dengan puncak dampak diperkirakan terjadi pada pertengahan Mei hingga September 2026 nanti.

Fenomena El Nino sendiri merupakan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur yang berdampak pada penurunan curah hujan di wilayah Indonesia, termasuk Jawa Tengah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang, Agus Ikmaludin mengungkapkan, bahwa berdasarkan hasil sosialisasi, wilayah Provinsi Jawa Tengah secara umum akan terdampak kekeringan sejak April.

Baca Juga: Festival Jogo Lemah-Urip Kendal Tegaskan Perjuangan Petani Tak Hanya Lewat Jalur Hukum

Namun, khusus di Kabupaten Pemalang, puncak dampak diperkirakan mulai terasa pada pertengahan Mei.

“Di Kabupaten Pemalang diperkirakan terjadi kekeringan atau fenomena El Nino mulai bulan Mei sampai dengan September,” ujar Agus Ikmaludin saat ditemui di Desa Penakir, Kamis 2 April 2026.

Kekeringan tahun ini diprediksi lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya, baik dari sisi intensitas maupun durasi. Kondisi itu berpotensi mengganggu berbagai sektor, terutama kebutuhan air bersih masyarakat dan pertanian.

Baca Juga: Pemkab Kendal Terapkan WFH bagi ASN Setiap Jumat Mulai April 2026

Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD Pemalang pun telah melakukan berbagai langkah mitigasi, termasuk menyusun perencanaan penanganan bencana serta memperkuat koordinasi lintas sektor.

“Kami sudah berkoordinasi dengan sejumlah OPD dan lembaga seperti PDAM, PMI, Baznas serta instansi terkait lainnya untuk kesiapsiagaan menghadapi kemarau panjang,” jelas Agus Ikmaludin.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait