BUMD Jateng Jadi Mesin PAD, Target Dividen Tumbuh 10,58 Persen per Tahun

Rabu, 1 April 2026 | 17.14

BUMD Jateng dipacu jadi mesin PAD, target dividen tumbuh 10,58% per tahun. Fokus pada kinerja sehat, dukung UMKM, dan dorong ekonomi daerah berkelanjutan.

SEMARANG, puskapik.com - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jawa Tengah dipacu menjadi motor penggerak pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus akselerator pertumbuhan ekonomi.

Dengan kinerja yang menunjukkan tren positif, pemerintah daerah menargetkan kontribusi dividen terus meningkat dalam lima tahun ke depan.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar berorientasi pada kinerja bisnis yang sehat dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

Baca Juga: Ning Nawal Minta Ipemi Jateng Bina UMKM Perempuan

BUMD diminta tidak sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi menjadi pengungkit ekonomi dan sumber pendapatan daerah.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan, prinsip utama pengelolaan BUMD adalah menghasilkan keuntungan. “Prinsipnya BUMD harus untung. Ora untung, ora usah dadi BUMD,” tegasnya saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (1/4/2026).

Data Pemprov Jateng mencatat, hingga 2025 terdapat 122 BUMD kabupaten/kota yang terdiri dari 33 lembaga keuangan, 54 aneka usaha, dan 35 perusahaan air minum.

Total asetnya mencapai Rp 15,445 triliun dengan laba bersih Rp 587,684 miliar dan Return on Asset (ROA) sebesar 3,80 persen.

Baca Juga: Jurus Pemprov Jateng Dongkrak PAD Melalui Optimalisasi Aset

Sementara itu, BUMD milik Pemprov Jawa Tengah berjumlah 41 entitas dengan total aset Rp 118,038 triliun. Laba bersih tercatat Rp 1,775 triliun dengan ROA 1,50 persen. Pada tahun yang sama, dividen yang disetorkan mencapai Rp 732,388 miliar dengan Return on Investment (ROI) sebesar 18,31 persen.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait