Tebing Sungai Keruh Longsor, Dua Keluarga di Kalinusu Brebes Terpaksa Kosongkan Rumah

Minggu, 4 Januari 2026 | 19.46
Tebing Sungai Keruh Longsor, Dua Keluarga di Kalinusu Brebes Terpaksa Kosongkan Rumah

Dua keluarga di Desa Kalinusu Brebes mengosongkan rumah akibat longsor tebing Sungai Keruh pascabanjir, empat rumah lain terancam.

BREBES, puskapik.com – Dua keluarga di Dukuh Glempang, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, mengosongkan rumah setelah tebing Sungai Keruh di belakang permukiman longsor akibat banjir.

Pengosongan terpaksa dilakukan karena sudah tidak ada lagi jarak antara bangunan dengan tebing Sungai Keruh. Dua keluarga tersebut masing-masing keluarga Sudaryo (55) dan Yatin (70), dengan total sembilan jiwa.

Selain mengosongkan rumah, warga juga menurunkan genteng dan mengamankan perabotan rumah tangga untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan.

Baca Juga: Interior Museum Purbakala Situs Buton di Brebes Mulai Ditata, Disiapkan Jadi Pusat Edukasi

Kades Kalinusu, Wasid, mengatakan, longsor tebing Sungai Keruh terjadi pada Kamis sore, 1 Januari 2026, akibat hujan deras dan banjir.

Menyusul kejadian tersebut, dua rumah warga langsung dikosongkan.“Ini dilakukan demi keamanan dan keselamatan warga. Untuk sementara, dua keluarga tersebut mengungsi ke rumah kerabat yang lokasinya lebih aman,” kata Wasid.

Selain dua rumah yang telah dikosongkan, empat rumah lain di sepanjang tebing Sungai Keruh juga terancam mengalami hal serupa. Keempat rumah tersebut masing-masing milik Jaronah, Kholik, Dasrip, dan Muhammad.

Sementara itu, Koordinator Satgas Penanganan Bencana BPBD Posko Bumiayu, Budi Sujatmiko, mengatakan, warga bersama BPBD, relawan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Pemerintah Desa Kalinusu menggelar kerja bakti di sekitar lokasi longsor.

Baca Juga: Bupati Pemalang Gagas Konsep SOUL untuk Transformasi Birokrasi, Ini Maknanya

Kerja bakti difokuskan pada penataan drainase di sekitar rumah dan bantaran sungai agar aliran air hujan mengalir lancar dan tidak menggerus tanah di sekitar tebing Sungai Keruh.

Selain itu, bagian tebing yang rawan ditutup terpal sebagai langkah sementara untuk mengurangi resapan air hujan ke tanah.

“Hujan masih sering turun. Penataan drainase dan penutupan tebing dengan terpal dilakukan agar air tidak langsung masuk ke tanah dan memperparah longsoran,” katanya.

Budi mengimbau warga di sekitar bantaran tebing Sungai Keruh di Dukuh Glempang, Desa Kalinusu Brebes tetap waspada dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah atau retakan, mengingat dua keluarga telah mengosongkan rumah dan potensi longsor masih mengancam. **

Artikel Terkait