Kampung Kauman Tegal Terkenal sejak Masa Mataram Islam hingga Jadi Sentra Tenun Sarung

Kampung Kauman Kota Tegal, sebuah kawasan tua menyimpan jejak panjang perjalanan agama, perdagangan hingga percampuran etnis.
KOTA TEGAL, puskapik.com - Di jantung Kota Tegal, sebuah kawasan tua menyimpan jejak panjang perjalanan agama, perdagangan hingga percampuran etnis.
Namanya Kampung Kauman. Sebagian sejarawan meyakini, istilah ‘Kauman’ berasal dari bahasa Arab, qoum, yang berarti golongan.
Kata ini merujuk pada qoumuddin atau golongan ahli agama.
Tak heran bila Kauman kerap dilekatkan dengan keberadaan penghulu, pejabat pemerintahan yang mengurusi urusan agama pada masa Mataram Islam.
Baca Juga: Pemerintah Bakal Evaluasi Dapur MBG di Kabupaten Pemalang
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Tegal, Firman Hadi, menuturkan bahwa dalam struktur pemerintahan Islam kala itu, penghulu memiliki kewenangan mengurus persoalan keagamaan, baik di lingkup istana maupun kadipaten.
“Di setiap kadipaten, penghulu berkantor di kompleks Masjid Besar atau Masjid Agung yang menjadi pusat spiritual. Di Tegal pun demikian. Penghulu menempati kantor di kompleks Masjid Agung Tegal dan masih difungsikan hingga pasca kemerdekaan,” ujar Firman Hadi.
Namun, struktur itu berubah setelah terbentuknya Departemen Agama. Jabatan penghulu di tingkat kotamadya dan kabupaten bertransformasi menjadi Kantor Departemen Agama.
Hingga awal 1980-an, Kantor Departemen Agama Tegal masih membawahi wilayah kotamadya dan kabupaten, sebelum akhirnya dipisah dan kantor berpindah dari kompleks masjid.
Meski demikian, asal-usul Kauman yang letaknya tidak persis berdekatan dengan masjid agung belum memiliki catatan valid.


