Dindikpora Brebes Alihkan Sementara KBM Siswa Terdampak Longsor di Paguyangan Brebes

Senin, 9 Maret 2026 | 15.08

KBM SMP Muhammadiyah 03 Paguyangan Brebes dipindah ke Madrasah Diniyah setelah longsor merusak MCK sekolah dan tanah di sekitar lokasi masih rawan longsor.

BREBES, puskapik.com - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes mengalihkan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi siswa SMP Muhammadiyah 03 Paguyangan setelah sekolah tersebut terdampak tanah longsor di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan.

Langkah tersebut diambil sebagai upaya menjaga keselamatan siswa menyusul kondisi tanah di sekitar sekolah yang masih rawan longsor. Untuk sementara, proses belajar mengajar dipindahkan ke Madrasah Diniyah (Madin) yang berada tidak jauh dari lokasi sekolah.

Tanah longsor terjadi pada Minggu (8/3/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Tebing setinggi sekitar 30 meter ambrol dan memutus badan jalan kabupaten pada ruas Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan–Desa Langkap, Kecamatan Bumiayu.

Baca Juga: Relawan Bangbara Siaga H-10 hingga H+10 Lebaran Bantu Pemudik di Titik Rawan Longsor Gunung Lio Salem Brebes

Selain memutus akses jalan, longsor juga merusak fasilitas milik SMP Muhammadiyah 03 Paguyangan. Bangunan kamar mandi atau MCK sekolah dilaporkan ambruk setelah terseret material longsor.

Guru SMP Muhammadiyah 03 Paguyangan, Khaerul Huda, mengatakan longsoran susulan terjadi pada Minggu pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Material longsor merobohkan talud penahan tebing dan menyeret bangunan MCK berukuran sekitar 3 x 6 meter hingga rusak terbawa tanah.

“Talud penahan tebing runtuh dan bangunan kamar mandi ikut terbawa longsor,” kata Khaerul.

Ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, pihak sekolah segera mengambil langkah antisipasi setelah muncul retakan di halaman sekolah.

Baca Juga: Bangunan SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan Brebes terbawa Longsor, Aktivitas Siswa Dipindah ke Madrasah Diniyah Cilibur

“Setelah muncul retakan di halaman sekolah, siswa langsung dipindahkan ke Madin untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait