Pemkab Brebes Rehab 919 RTLH Senilai Rp17,3 M, Ini Rinciannya
Rabu, 31 Desember 2025 | 06.21

BREBES, puskapik.com - Pemerintah Kabupaten Brebes mencatat sepanjang tahun 2025 telah merehabilitasi 919 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada masa kepemimpinan Bupati Paramitha Widya Kusuma. Progr...
BREBES, puskapik.com - Pemerintah Kabupaten Brebes mencatat sepanjang tahun 2025 telah merehabilitasi 919 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada masa kepemimpinan Bupati Paramitha Widya Kusuma.
Program RTLH Kabupaten Brebes menelan total anggaran Rp17,318 miliar berasal dari APBN, APBD Provinsi Jawa Tengah, APBD Kabupaten Brebes, serta dukungan CSR dan lembaga sosial.
Program rehabilitasi RTLH ini tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Hunian yang lebih sehat dan aman diyakini dapat memberikan rasa nyaman, sekaligus menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan keluarga.
Kepala Dinperwaskim Brebes, Laode Vindar Aris Nugroho, menyampaikan rumah layak huni adalah hak dasar warga yang harus dipenuhi, sehingga program ini menjadi salah satu prioritas pembangunan di Brebes.
Ia menilai rehabilitasi ratusan unit RTLH merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
"Ini merupakan capaian yang sangat baik. Ke depan kami berharap semakin banyak rumah tidak layak huni yang dapat ditangani, sehingga Kabupaten Brebes dapat terbebas dari RTLH,” ujarnya, Senin (29/12/2025).
Disisi lain, Penata Kelola Perumahan Ahli Muda Dinperwaskim, Irfanuddin, menjelaskan bahwa rehabilitasi RTLH dilakukan secara merata di berbagai wilayah.
“Sebanyak 919 unit RTLH telah ditangani sebagai upaya peningkatan kualitas kawasan permukiman sepanjang tahun 2025,” jelasnya.
Rincian RTLH
Adapun rincian program RTLH meliputi 511 unit dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang tersebar di 17 kecamatan, 98 unit dari APBD Kabupaten Brebes dengan fokus di Kampung Adat Jalawastu, Brebes Barat, dan kawasan kumuh, serta 67 unit dari Dana Alokasi Khusus (DAK) di Desa Kedunguter ditambah 10 unit peningkatan kualitas hunian.
Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian PKP menyasar 20 unit di Desa Malahayu.
Selain itu, anggaran Penanganan Bencana Dinperwaskim terealisasi untuk 20 unit RTLH. Bantuan juga datang dari BAZNAS Provinsi Jawa Tengah sebanyak 7 unit, BAZNAS Kabupaten Brebes 17 unit, CSR Bina Marga Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah 10 unit, serta Bank Jateng yang menyalurkan 72 unit dari anggaran tahun 2024 yang direalisasikan pada 2025.
Capaian ini menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga sosial, dan dunia usaha.
Dengan adanya program ini, kualitas hidup masyarakat semakin meningkat, karena hunian layak bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi juga fondasi bagi kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga.
Sementara, Kepala Bidang Perumahan Rakyat Dinperwaskim, Mohamad Tolani atau Ujang, menutup dengan penegasan bahwa program ini tidak hanya memperbaiki fisik rumah, tetapi juga menjadi simbol perhatian pemerintah terhadap masyarakat kecil. Dengan hunian yang lebih layak, warga diharapkan bisa hidup lebih sehat, aman, dan bermartabat.
"Kami berharap program ini dapat memberikan dampak signifikan dalam peningkatan kualitas hunian masyarakat Kabupaten Brebes," katanya
Brebes kini menatap masa depan dengan optimisme, bahwa target bebas RTLH bukan lagi sekadar wacana, melainkan agenda nyata yang terus diwujudkan secara bertahap.***
Artikel Terkait

Dedi Anjar Priyanto Pimpin Pengcab TI Brebes 2025–2029, Siap Majukan Taekwondo

Menteri PU Cek Penyebab Banjir di Ketanggungan Brebes, Fokus Penataan Muara

Sabtu Minggu Puncak Arus Balik Gelombang Kedua, Ini Kesiapan Polres Brebes
