Tok! DPRD Pemalang Setuju Pemkab Ngutang Rp50 Miliar

Wakil Ketua II DPRD Pemalang, Khodori. FOTO/PUSKAPIK/ERIKO GARDA DEMOKRASI
Iklan

PUSKAPIK.COM, Pemalang – DPRD Pemalang akhirnya menyetujui rencana Pemerintah Kabupaten Pemalang mengajukan pinjaman (utang) ke Bank Jateng untuk menutup puluhan miliar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021. Sebelumnya, kalangan DPRD menolak rencana tersebut.

Wakil Ketua II DPRD Pemalang, Khodori, Kamis, 2 September 2021 mengatakan, persetujuan itu diberikan karena pinjaman tersebut untuk menutup defisit APBD 2021. Kemudian penyebab defisit itu sendiri, jelas Khodori, di antaranya APBD yang direncanakan tahun lalu ini, memasang perkiraan Silpa Rp 306 miliar.

“Ternyata, setelah dilakukan audit oleh BPK, Silpa itu hanya berkisar Rp125 miliar. Padahal, saat menyusun kegiatan tahun 2021 itu memang sudah senilai kemampuan keuangan kita,” katanya.

Meski sudah melakukan refocusing, namun juga muncul biaya atau kewajiban yang tidak direncanakan dalam APBD 2021. “Misalnya, seperti insentif tenaga kesehatan 1 semester sekitar Rp 16 miliar yang berkaitan dengan pandemi Covid-19. Satu semester saja Rp16 miliar,” kata Khodori.

Dengan alasan tersebut, dalam rapat badan anggaran, DPRD Pemalang yang digelar Kamis siang 2 September 2021, rencana pinjaman disetujui.

“Pertimbangannya, kita itu pinjam bukan untuk kegiatan baru, pinjam untuk menutup (defisit), karena kita sudah merencanakan kegiatan. Sekarang kalau tidak utang, kan logikanya kegiatan itu harus dibubarkan atau tidak dikerjakan?. Lah, nanti kita dioyak-oyak masyarakat,” kata Khodori.

Sebelumnya informasi yang dihimpun Puskapik.com, dalam rapat KUA PPAS APBD Pemalang 2021 mengalami defisit sekitar Rp41,5 miliar. Khodori mengungkapkan, rencananya Pemkab Pemalang akan melakukan pinjaman untuk menutup defisit APBD 2021 ini, sebesar Rp50 miliar.

“Mungkin sesudah rapat KUA PPAS itu masih ada progress, Rp50 miliar itu dengan catatan pembayaran bunga 3 bulan berjalan sebelum masuk tahun 2022,” katanya.

Karena tidak ada cadangan dana untuk mengangsur 3 bulan tersebut, lanjut Khodori, kalau itu diwajibkan maka pinjamannya hampir Rp60 miliar.

“Kalau angsurannya satu bulan sekitar Rp3 miliar, berarti kita butuh hampir Rp10 miliar untuk mengangsur bulan Oktober, November, Desember,” katanya.

Harapannya, tandas Khodori, Bank Jateng mengamini angsuran tersebut dimulai 2022 mendatang. “Sehingga kita akan bayar selama 2 tahun, 2022-2023,” katanya.

Penulis: Eriko Garda Demokrasi
Editor: Faisal M

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini