Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Cek Jogo Tonggo di Desa Randusari Tegal

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berada di posko relawan siaga Covid-19 RW 04, Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal, Kamis siang, 10 Juni 2021. FOTO/PUSKAPIK/WIJAYANTO
Iklan

PUSKAPIK.COM, Slawi – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melihat langsung pelaksanaan karantina wilayah di Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal, Kamis siang, 10 Juni 2021. Ganjar ingin memastikan karantina wilayah berjalan dengan baik, serta penerapan program Jogo Tonggo di wilayah tersebut.

Ganjar mengapresiasi pelaksanaan Jogo Tonggo di Desa Randusari yang berjalan sangat baik. Bahkan, Ganjar sempat kaget, saat diberitahu bahwa warga Tegal yang berada di luar kota juga ikut berkontribusi mengirimkan logistik dan uang untuk warga yang sedang menjalankan isolasi mandiri.

“Ini ada contoh jogo tonggo yang cukup bagus, posko relawannya ada di sini, suplai makanan dari masyarakat bagus, bahkan warga Tegal yang di luar ternyata mbantu mengirimkan logistik uang dan sebagainya. Menurut saya ini gerakan yang bagus,” kata Ganjar

Politikus PDIP ini menegaskan, dirinya optimistis penanganan kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal berjalan dengan baik. Itu disampaikan Ganjar setelah melihat Forkopimda cukup bagus dan kompak. Ganjar juga telah mendapat informasi jika Bed Occupancy Rate (BOR) di Kabupaten Tegal sampai saat ini belum ada yang 100% tapi Contingensy Plane-nya sudah siap.

“Seandainya terjadi situasi yang darurat, teman-teman untuk menyiapkan dari sekarang. Mana rumah sakit yang bisa dieksten tempat tidurnya berapa, caranya bagaimana, kalau itu sulit harus komunikasi ke siapa,” ujar Ganjar.

Gubernur meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal untuk selalu berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi agar jika terjadi situasi darurat bisa dibantu dengan cepat. Namun, Ganjar meminta dari sisi hulu di masyaralat juga harus disiapkan.

“Tapi lagi-lagi, tidak bisa kita hanya menyiapkan dari sisi hilir, tapi hulunya di masyarakat disiapkan, edukasinya nggak pernah berhenti, sosialisasi, prokesnya. Cerewet pokoknya. TNI/Polri sudah siap, Babinsa Bhabinkamtibmas-nya,” kata Ganjar.

Terkait wilayah zona merah, Ganjar menginstruksikan agar pembelajaran tatap muka (PTM)-nya dicek dengan PPKM Mikro. Ganjar meminta untuk wilayah zona merah PTM agar tidak dilaksanakan terlebih dulu.

“Instruksinya adalah karena sekarang sudah merah, PTM nya dicek betul dengan PPKM mikro. Data epidemologinya dipakai. Yang zona zona merah jangan dulu pelaksanaannya,” tandas Ganjar.

Kontributor: Wijayanto
Editor: Faisal M

Iklan

Tinggalkan Balasan