Jelang Lebaran, Satgas Covid-19 Pemalang Evaluasi Penanganan Pandemi

Rakor evaluasi Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pemalang, di Gedung Sasana Bakti Praja, Selasa sore, 4 Mei 2021. FOTO/PUSKAPIK/ERIKO GARDA DEMOKRASI
Iklan

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Satuan tugas (Satgas) penanganan Covid-19 menggelar rapat koordinasi evaluasi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H diGedung Sasana Bakti Praja, Selasa sore, 4 Mei 2021. Penerapan protokol kesehatan akan diperketat mengingat sampai saat sudah ada lebih dari 4.000 kasus positif Covid-19 di Pemalang.

Rakor evaluasi itu dihadiri seluruh jajaran Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Satgas penanganan Covid-19 di Kabupaten Pemalang.

“Total kasus di Kabupaten Pemalang sampai minggu ke-17, pada 3 Mei 2021 pukul 10.00 WIB itu sejumlah 4.363. Adapun kasus aktif, ada 128 atau 2,9% dari total kasus, sedikit meningkat 0,7% dibandingkan minggu ke 16,” kata Kepala Dinkes Pemalang Sholahudin.

Per hari ini, kata Sholahudin, ada 27 orang terkonfirmasi positif Covid-19 yang tengah dirawat di RSUD dr M Ashari, sedangkan yang melaksanakan isolasi mandiri sejumlah 88 orang. “Angka kematian, secara total ada 5,9%. Di Jawa Tengah, Pati masih menduduki peringkat pertama, tapi di Pemalang angka kematian tidak terlalu mengkhawatirkan,” kata Sholahudin.

Kemudian untuk angka kesembuhan, secara total 91.08%. Sebaran kasus aktif, tertinggi di Kecamatan Taman, dan kedua Kecamatan Petarukan, tapi saat ini dipastikan tidak ada zona merah di Kabupaten Pemalang.

Kapolres Pemalang AKBP Ronny Tri Prasetyo Nugroho memaparkan, selama ini pihaknya sudah melakukan operasi yustisi protokol kesehatan, serta pengetatan-pengetatan lainnya. Namun, masyarakat tampaknya saat ini sudah mulai jenuh terhadap protokol kesehatan.

“Kami mohon dengan sangat, kita semua yang ada di Kabupaten Pemalang, khususnya di pemerintahan. Kita bekerja sama, jangan sampai terjadi lagi, atau naik (kasus positif),” kata Kapolres.

Kapolres juga meminta pengetatan protokol kesehatan di tiap-tiap Desa dilakukan saat ibadah salat tarawih dan Idul Fitri mendatang. Meskipun ada larangan mudik Lebaran, kata Kapolres, sudah ada 500 pemudik yang masuk ke Pemalang.

Lebih lanjut, Dandim 0711/Pemalang, Letkol Inf Irvan Christian Tarigan, menyampaikan, personel TNI juga turut aktif berperan membantu upaya penanganan Covid-19 di Kabupaten Pemalang.

“Saya membantu mengingatkan lagi, karena kita sudah mau dua kali Lebaran, kita ingatkan lagi istilah-istilah yang ada mulai dari lockdown sampai PPKM Mikro yang sekarang sudah sampai tahap ke-tujuh. Pada intinya protokol kesehatan belum maksimal dilaksanakan,” kata Dandim.

Dandim mengimbau agar ke depannya ada pengetatan protokol kesehatan, apalagi jelang Lebaran 2021. Seperti di tempat wisata, pasar, dan fasilitas umum lainnya.

Penulis: Eriko Garda Demokrasi
Editor: Faisal M

Iklan

Tinggalkan Balasan