Elpiji 3 Kg Langka, Pertamina dan Hiswana Migas Sidak Pangkalan

Petugas Pertamina (Persero) wilayah Marketing Operation Region IV Jawa Bagian Tengah dan Hiswana Migas mengecek stok LPG 3 kg di pangkalan LPG SPBU Muri, Jalan Raya Dampyak, Kabupaten Tegal, Rabu siang, 26 Agustus 2020. FOTO/PUSKAPIK/WIJAYANTO
KLIK Untuk Ikut Polling sekarang!

PUSKAPIK.COM, Slawi – Masyarakat di Kabupaten Tegal dan Kota Tegal, dalam beberapa hari ini mengeluhkan langkanya elpiji 3 kg bersubsidi baik di tingkat pangkalan maupun pengecer. Stok elpiji 3 kg di pangkalan dan pengecer sering kosong.

“Biasanya saya membeli elpiji 3 kilo di warung atau pangkalan dekat rumah. Tapi beberapa hari ini kok kosong terus,” kata Sulistyowati (43), ibu rumah tangga warga Desa Mejasem Barat kepada Puskapik.com, Rabu siang, 26 Agustus 2020.

Sulistyowati mengaku baru memperoleh elpiji 3 kg setelah mendatangi sejumlah warung atau pangkalan yang agak jauh dari tempat tinggalnya tapi stoknya terbatas. “Kata penjualnya sih kirimannya beberapa hari ini sering telat,” ungkapnya.

Menyikapi keluhan masyarakat terkait sulitnya memperoleh elpiji 3 kg, PT Pertamina (Persero) wilayah Marketing Operation Region IV Jawa Bagian Tengah bersama Hiswana Migas melakukan sidak ke sejumlah pangkalan, Rabu siang, 26 Agustus 2020. Sidak dilakukan untuk mengecek apakah ada masalah pada stok dan pasokan elpiji 3 kg ke sejumlah pangkalan.

PT Pertamina mencatat, pasca long weekend yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 H, konsumsi elpiji, khususnya PSO di Kota/Kabupaten Tegal mengalami kenaikan permintaan 10% yaitu sebesar 20 metric ton (MT) dari rata-rata harian 180 MT pada Juli 2020 menjadi 200 MT.

Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina MOR IV, Anna Yudhiastuti mengatakan, kenaikan tersebut sesuai dengan prognosa Pertamina yaitu 8-10%. Anna menyebut di lapangan masih terjadi penyaluran yang tidak tepat sasaran. “Nyatanya di lapangan masih terjadi penyaluran yang tidak tepat sasaran yaitu kalangan mampu atau usaha menengah ke atas masih menggunakan elpiji 3 kg bersubsidi sehingga sempat terjadi kendala di pasokan,” ujar Anna.

Ia menambahkan, Pertamina telah berkoordinasi dengan seluruh pihak termasuk Hiswana Migas mengantisipasi agar pasokan tidak terkendala. “Untuk stok elpiji itu sendiri sebenarnya aman, tapi khusus elpiji 3 kg bersubsidi penyalurannya harus sesuai dengan ketentuan dan yang paling utama adalah menyalurkan kepada keluarga atau pihak yang tidak mampu,” kata Anna.

Ia menegaskan, melalui lebih dari 1.325 pangkalan dan 496 agen di Tegal Raya, Pertamina akan terus memenuhi kebutuhan elpiji kepada masyarakat. “Kami berharap masyarakat atau konsumen juga dapat mengawasi distribusi elpiji 3 kg dan melaporkan ke kontak Pertamina 135 jika terjadi kendala pasokan atau memberikan informasi lainnya, termasuk soal harga,” katanya.

Kontributor: Wijayanto
Editor: Faisal M

Iklan

Tinggalkan Balasan