Warga Muarareja Tegal Rela Kehujanan Demi Air Bersih

Ratusan warga Muarareja, Kota Tegal, rela kehujanan antre air bersih akibat krisis pascabencana lereng Gunung Slamet. Pasokan PDAM belum pulih.
TEGAL, puskapik.com - Krisis air bersih di Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah, belum juga teratasi.
Dampak bencana di lereng Gunung Slamet membuat sekitar 700 kepala keluarga dari tiga RT di RW 03 Jalan Brawijaya, kesulitan mendapatkan air sejak hampir satu bulan terakhir.
Senin sore 16 Februari 2026, puluhan warga tampak sudah berdatangan sejak pukul 13.00 WIB, padahal pendistribusian bantuan air bersih dijadwalkan pukul 15.00 WIB.
Baca Juga: Krisis Air Bersih Melanda Muarareja Tegal, 700 KK Terdampak
Mereka membariskan berbagai wadah penampung, mulai ember, jeriken hingga galon di sepanjang jalan kampung.
Ketua RW 01 Kelurahan Muarareja, Supendi menjelaskan, pihaknya sudah mengirim surat ke PDAM sejak 1 Februari 2026 namun belum mendapat jawaban.
Supendi memperkirakan banyak jaringan pipa mengalami kerusakan.
"Idealnya satu RT satu tangki 6.000 liter. Kemarin bantuan hanya cukup untuk RT 01 saja," jelas Supendi.
Menjelang petang, sekitar pukul 17.04 WIB hujan turun cukup deras. Namun warga tidak meninggalkan lokasi pendistribusian.
Mereka tetap berdiri di bawah hujan, menunggu jeriken terisi penuh, demi kebutuhan air keluarga selama beberapa hari ke depan.


