Singgah ke Tegal, Wamen Isyana Pastikan Distribusi MBG Menjangkau Keluarga Berisiko Stunting

Senin, 16 Februari 2026 | 15.14
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Isyana Bagoes Oka, memantau pelaksanaan KB gratis di Gedung PC IBI Kota Tegal, Minggu 15 Februari 2026.
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Isyana Bagoes Oka, memantau pelaksanaan KB gratis di Gedung PC IBI Kota Tegal, Minggu 15 Februari 2026.

Program Makan Bergizi Gratis prioritas Presiden Prabowo Subianto menyasar balita, ibu hamil, dan menyusui di Kota Tegal untuk percepat penurunan stunting.

TEGAL, puskapik.com - Program Makan Bergizi Gratis atau MBG, tidak hanya menyasar peserta didik dari jenjang TK hingga SMA sederajat. Pemerintah juga memastikan balita, ibu hamil dan menyusui menjadi kelompok prioritas penerima manfaat demi mempercepat perbaikan gizi nasional.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Isyana Bagoes Oka, memastikan kader pendamping keluarga telah berkolaborasi dengan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di berbagai daerah untuk menyukseskan pelaksanaan MBG.

“Salah satu tugas kami di Kemendukbangga atau BKKBN, membantu MBG sebagai program prioritas Bapak Presiden Prabowo,” ujar Isyana saat memantau pelaksanaan KB gratis di Gedung PC IBI Kota Tegal, Minggu 15 Februari 2026.

Baca Juga: Pantau KB di Tegal, Wamen Isyana : Negara Hadir untuk Rencanakan Kelahiran

Program MBG sendiri merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat serta memperkuat pembangunan sumber daya manusia sejak dini.

Isyana menjelaskan, BKKBN memiliki jaringan kader pendamping keluarga hingga tingkat desa dan kelurahan.

Para kader tersebut kini berkolaborasi dengan SPPG untuk memastikan distribusi makanan bergizi tepat sasaran, khususnya bagi ibu hamil, menyusui dan balita.

Menurut Isyana, pemberian MBG kepada kelompok rentan sangat penting untuk memperbaiki status gizi, menjaga kesehatan ibu dan janin serta mendukung tumbuh kembang anak.

“Kenapa balita menerima MBG. Karena kami ingin percepatan penurunan stunting. Termasuk juga agar kualitas gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan semakin meningkat,” tutur Isyana.

Selain mendistribusikan MBG, kader pendamping keluarga juga memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk pentingnya perencanaan kehamilan dan penggunaan alat kontrasepsi.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait