Kota Tegal Matangkan Strategi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan dari Hulu ke Hilir

Pemkot Tegal mematangkan strategi pengelolaan sampah berkelanjutan dari hulu ke hilir menuju target zero waste 2029 lewat kolaborasi lintas sektor.
TEGAL, puskapik.com - Pemerintah Kota Tegal menempuh sejumlah langkah konkret menuju target zero waste 2029, mulai dari penguatan pengurangan sampah dari hulu, optimalisasi bank sampah berbasis rumah tangga hingga kolaborasi lintas sektor bersama TNI dan pemangku kepentingan lainnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal, Yuli Prasetiya mengatakan, saat ini sudah terbentuk sekitar 117 bank sampah di wilayah Kota Tegal dan masih terus dilakukan pendampingan agar masyarakat mampu memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah.
“Tidak hanya pengolahan, tapi kesadaran masyarakat harus dibangun. Harapannya bisa direplikasi di kantor, sekolah dan lingkungan usaha,” ujar Yuli, Rabu 18 Februari 2026.
Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Ramadan
Komitmen tersebut diperkuat dengan sosialisasi gerakan lingkungan bebas sampah yang digelar Tentara Nasional Indonesia secara daring oleh Mabes TNI dan diikuti Forkopimda Kota serta Kabupaten Tegal di Makodim 0712 Tegal.
Kegiatan itu menghadirkan Wakil Wali Kota, Tazkiyyatul Muthmainnah, Kasdim Mayor Cpm Abdul Khamim serta Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo.
Materi yang disampaikan menekankan integrasi konsep zero waste dan pengelolaan sampah berkelanjutan sebagai bagian dari pembangunan ramah lingkungan.
Baca Juga: DPRD Minta Pemkot Tegal Lebih Sigap Atasi Krisis Air Bersih
Menurut Yuli, strategi Kota Tegal dibagi dalam tiga tahapan utama. Pada sektor hulu, dilakukan pengurangan sampah dari sumbernya, pemilahan berbasis rumah tangga dan penguatan bank sampah dan jejaring kolaborasi.
Sementara di sektor tengah, perlu dilakukan pemenuhan sarana prasarana pengolahan secara bertahap dan di sektor hilir, optimalisasi pengolahan akhir dengan teknologi dan pemberdayaan masyarakat.



