Instruksi Bupati Tegal Pencegahan Obat Keras Sasar Pelajar, Perlu Edukasi di Sekolah

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menginstruksikan seluruh kepala sekolah di Kabupaten Tegal untuk memperkuat langkah preventif dan edukasi dalam mencegah penyalahgunaan obat-obatan di lingkungan pendidikan.
SLAWI, puskapik.com — Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menginstruksikan seluruh kepala sekolah di Kabupaten Tegal untuk memperkuat langkah preventif dan edukasi dalam mencegah penyalahgunaan obat-obatan di lingkungan pendidikan.
Hal tersebut disampaikannya dalam acara Silaturahmi Idul Fitri 1447 H Keluarga Besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal di Gedung Korpri, Rabu (01/04/2026).
Dalam arahannya, Bupati Ischak menegaskan bahwa kepala sekolah bersama guru Bimbingan Konseling (BK) harus menjadi garda terdepan dalam memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
Baca Juga: 1.240 Warga Alami Gangguan Jiwa Berat, Ini Langkah Penanganan Pemkab Pemalang
Menurut Bupati Tegal, upaya pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah terjadinya kasus.
“Upaya memutus rantai peredaran harus dimulai dengan menurunkan angka permintaan dari kalangan pelajar. Jika kesadaran siswa sudah terbangun dan permintaan menurun, maka pasokan obat ilegal yang menyasar anak sekolah dengan harga murah akan berkurang dengan sendirinya,” ujar Bupati Ischak.
Film Pendek Edukatif
Sebagai bentuk implementasi dari upaya tersebut, ia juga mengusulkan adanya gerakan serentak di sekolah-sekolah untuk menonton film pendek edukatif sebagai media pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami siswa.
Selain peran sekolah, Bupati Ischak juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam menciptakan pola asuh yang harmonis. Menurutnya, lingkungan keluarga yang nyaman menjadi kunci dalam membentengi anak dari pengaruh negatif.
“Sesekali kumpulkan orang tua wali murid bukan untuk membahas soal biaya, melainkan untuk memperkuat suasana keluarga yang nyaman. Hal ini penting agar anak tidak mencari kebahagiaan semu di luar. Guru dan orang tua harus berada dalam satu frekuensi yang sama dalam menjaga anak-anak kita,” tegasnya.


