Koperasi Merah Putih dan Pelajaran dari Bangunan KUD yang Pernah Seragam di Desa

Rudi Yahya, pemerhati kebijakan publik Purbalingga, menyoroti program Koperasi Merah Putih dan mengingatkan pelajaran dari kegagalan banyak KUD di desa.
Rudi Yahya,
(Pemerhati Kebijakan Publik asal Purbalingga)
Program Koperasi Merah Putih yang kini digulirkan pemerintah menghadirkan harapan baru bagi penguatan ekonomi desa.
Gagasan membangun koperasi sebagai simpul distribusi pangan, layanan simpan-pinjam, hingga penguatan usaha warga merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi.
Namun bagi masyarakat desa, program koperasi berskala nasional bukan pengalaman pertama. Pada masa Orde Baru Indonesia, pemerintah juga membangun jaringan Koperasi Unit Desa (KUD) hampir di seluruh wilayah Indonesia.
Baca Juga: Mbelok Kiwa Ngikuti Lampu
Saat itu, pembangunan KUD dilakukan secara masif dan seragam. Banyak desa memiliki bangunan koperasi dengan ciri yang hampir sama: rangka besi sederhana, dinding seng, dan atap seng gelombang.
Bangunan tersebut menjadi simbol kehadiran negara dalam mendukung aktivitas ekonomi desa, khususnya dalam distribusi pupuk, pembelian gabah petani, serta layanan kebutuhan pokok masyarakat.
Pada masanya, KUD memainkan peran penting sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat desa.
Baca Juga: Disparpora Batang Pastikan Keamanan Wisatawan Saat Liburan Idulfitri di Tempat Wisata


