Pesan Ketua IKBT Bahari Ayu Sambut Duta Seni di TMII Jakarta: Saatnya Wong Tegal Bersinergi Perantau dan Pemerintah Daerah
Senin, 20 Oktober 2025 | 05.25

JAKARTA, puskapik.com - Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Tegal (IKBT) Bahari Ayu, Dr Tafakurrozak, mengharapkam ada kolaborasi konkret antara warga Tegal yang merantau di wilayah Jabodetabek dengan ma...
JAKARTA, puskapik.com - Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Tegal (IKBT) Bahari Ayu, Dr Tafakurrozak, mengharapkam ada kolaborasi konkret antara warga Tegal yang merantau di wilayah Jabodetabek dengan masyarakat di kampung halaman.
Hal itu disampaikan Dr Tafakurrozak saat menghadiri Pentas Duta Seni dan Pameran Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kota Tegal di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Minggu 19 Oktober 2025.
Dalam kesempatan itu, Tafakurrozak yang lahir di Desa Bengle, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, menyampaikan rasa bangganya bisa hadir dan bersilaturahmi bersama warga Tegal di perantauan.
"Saya kelahiran Bengle. Sebelum almarhum Enthus Susmono di Bengle, saya sudah lebih dulu lahir di situ. Ibu saya Sahira, bapak saya Prayitno, dan kakek saya Ki Kromowierdjo dan H. Danyar,” ujar Rozak membuka sambutan.
Rozak berharap, kegiatan seni budaya seperti ini semakin mempererat rasa kebersamaan dan kecintaan terhadap tanah kelahiran.
"Semoga kita semakin guyub dan rukun sesama wong Tegal. Kita kumpul di sini dalam rangka pagelaran seni budaya Kota Tegal. Semoga seni budaya kita semakin baik dan semakin bagus," tutur Rozak.
Rozak mengungkapkan, jumlah warga Tegal yang merantau di kawasan Jabodetabek mencapai 400 ribu hingga 500 ribu orang.
Jumlah perantau itu, lanjut Rizak, merupakan potensi besar jika bisa disinergikan dengan pemerintah daerah.
"Kami punya banyak teman di berbagai instansi, bahkan ada yang di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kalau Kota Tegal terkenal dengan pelabuhan perikanannya, potensi itu bisa kita galakkan bersama," kata Rozak.
Peluang Kerja Sama
Rozak juga membuka peluang kerja sama antara perantau Tegal dan pemerintah kota dalam berbagai bidang strategis.
"Kita bisa kolaborasi apapun. Misalnya, terkait perikanan atau pelabuhan, kita bisa bantu komunikasi ke Komisi IV DPR. Kalau bisa sinergi antara wong Tegal di Jabodetabek dan di kampung halaman, semuanya akan terasa lebih ringan," jelas Rozak.
Menurut Rozak, tantangan terbesar warga Tegal saat ini adalah masih sering berjalan sendiri-sendiri dalam menjalankan potensi yang dimiliki.
"Tegal itu punya potensi besar, hanya saja kadang orang-orangnya susah, berjalan sendiri-sendiri. Kalau seperti itu yang berat. Kita harus punya koneksi seperti saudara-saudara kita dari Padang," ujar Rozak.
Alumni SMA Negeri 1 Tegal ini menegaskan, koneksi dan kolaborasi merupakan kunci agar Tegal bisa lebih disegani, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Insya Allah jika ada koneksi, maka kita akan unggul dan Tegal akan disegani, baik di dalam negeri maupun dunia internasional," kata Rozak.
Dalam kesempatan itu, Rozak juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono dan Master Limbad yang turut hadir dalam acara tersebut.
"Saya ucapkan terima kasih kepada Wali Kota dan Master Limbad yang hadir. Semoga upaya ini menjadikan kesenian dan budaya Kota Tegal semakin mendunia," ujar Rozak.
Rozak menutup dengan pesan moral bahwa setiap upaya kebaikan akan kembali kepada diri sendiri.
"Saya harapkan ke depan kita semakin baik dan bermanfaat. Karena kalau kita menaruh kebaikan, sesungguhnya kebaikan itu akan kembali kepada diri kita sendiri," pungkas Rozak.***
Artikel Terkait

Dari Transmigran ke Kursi Kepemimpinan, Jejak Diaspora Jateng Sukses di Lampung

Ahmad Luthfi Sambangi Desa Transmigran di Lampung, Nuansa Jawa Tengah Masih Kental

Pemprov Jateng–Lampung Sepakati 11 Kerja Sama Lintas Sektor Senilai Rp 832,3 Miliar per Tahun
