Biro Umrah Tertekan Dampak Ketegangan Konflik Iran–Israel

Selasa, 3 Maret 2026 | 14.00
Jemaah asal Indonesia tengah melaksanakan ibadah Umrah di Makkah, Arab Saudi/Dok. PT Arrayan Cahaya Haromain
Jemaah asal Indonesia tengah melaksanakan ibadah Umrah di Makkah, Arab Saudi/Dok. PT Arrayan Cahaya Haromain

Dampak konflik Iran–Israel terhadap biro Umrah di Pemalang terlihat pada gangguan jadwal penerbangan dan biaya perjalanan yang melonjak akibat kondisi keamanan dan pasar global.

PEMALANG, puskapik.com – Eskalasi konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah antara Iran dan Israel mulai berdampak pada usaha penyelenggara perjalanan ibadah Umrah, termasuk terhadap pelaksanaan ibadah itu sendiri.

Dampak itu turut dirasakan Noto Priyogo, Direktur PT Arroyan Cahaya Harromain, salah satu biro Umrah di Kabupaten Pemalang. Menurutnya, konflik antara Iran dan Israel itu mulai terasa bagi jasa biro Umrah.

"Dinamika seperti ini ya enggak menguntungkan bagi kami dari sisi penyelenggara perjalanan, karena kami juga was-was kalau sampai meluas," ungkap Noto Priyogo kepada puskapik.com, Selasa 3 Maret 2026.

Baca Juga: Tren Gamis “Bini Orang” dan Peralatan Ibadah Ramai Diburu Jelang Lebaran

Setidaknya ada dua dampak utama dari konflik tersebut. Pertama, pada sektor penerbangan. Mereka yang menggunakan penerbangan transit di sekitar wilayah konflik mengalami penundaan, baik keberangkatan maupun kepulangan.

"Sebagian besar jemaah Indonesia yang belum bisa pulang itu karena pesawatnya suspend. Alhamdulillah biro kami menggunakan penerbangan langsung (direct), jadi kepulangannya bisa tepat." kata Noto Priyogo.

Noto Priyogo menambahkan, saat ini masih ada jemaah dari biro yang dipimpinnya berada di Makkah. Namun, mereka bukan dalam kondisi tertahan, melainkan memang belum menyelesaikan rangkaian ibadah.

"Sekarang ini jemaah kami masih ada yang di Makkah, tapi bukan tertahan, mereka memang belum selesai ibadahnya. Kita juga monitor terus para jemaah, kita update dengan asosiasi maupun muasassah." imbuhnya.

Selain gangguan pada jadwal penerbangan, dampak kedua yang dirasakan adalah fluktuasi nilai mata uang. Kenaikan kurs dolar berpotensi membuat biaya perjalanan dan kebutuhan lain pelaksanaan Umrah menjadi lebih tinggi.

"Konflik itu tentunya berefek ke kurs dollar, dan kita kan menggunakan transaksi internasional," jelasnya.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait