Tak Terbuang Percuma, Sisa MBG di SMAN 1 Kendal Disulap Jadi Pupuk Cair

Selasa, 3 Maret 2026 | 16.19
Zulkifli Hasan bersama siswa dan pengajar SMA Negeri 1 Kendal. (edhot)
Zulkifli Hasan bersama siswa dan pengajar SMA Negeri 1 Kendal. (edhot)

Program MBG di SMAN 1 Kendal olah sisa makanan jadi pupuk cair. Siswa terbantu gizi, sekolah perkuat komitmen adiwiyata dan peduli lingkungan.

KENDAL, puskapik.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Kendal tak hanya berdampak pada pemenuhan gizi siswa. Sisa makanan dari program tersebut kini dikelola dan diolah menjadi pupuk organik cair sebagai bagian dari komitmen sekolah berbasis adiwiyata.

Kepala SMAN 1 Kendal, Yoshi Rachmartdi, menjelaskan bahwa pembagian MBG di sekolahnya telah berjalan hampir satu tahun. Selama itu, respons siswa terhadap menu yang disajikan terbilang positif.

“Secara umum anak-anak sangat suka dengan menunya, ini juga memberikan motivasi untuk anak-anak,” kata Yoshi.

Baca Juga: OTT Bupati Pekalongan, Gubernur Ahmad Luthfi Tegaskan Komitmen Bersihkan Birokrasi

Meski demikian, ia mengakui masih ada sebagian kecil siswa yang tidak menghabiskan makanan karena kurang cocok dengan menu tertentu. Namun, sisa makanan tersebut tidak dibuang begitu saja.

“Kadang ada yang dimakan separuh karena rasanya kurang cocok. Karena kami sekolah adiwiyata, sisa makanan ini kami kelola menjadi pupuk organik cair,” jelasnya.

Menurutnya, pengolahan dilakukan melalui sistem pengelolaan sampah organik yang sudah diterapkan sekolah. Pupuk cair hasil olahan kemudian dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman di lingkungan sekolah, sekaligus menjadi media pembelajaran tentang pengelolaan limbah dan kepedulian lingkungan.

Baca Juga: KPK Segel Kantor Bupati Pekalongan, Puluhan Pejabat Diperiksa

Program MBG di SMAN 1 Kendal juga mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, berkunjung ke sekolah tersebut pada Selasa (3/3/2026) untuk melakukan sosialisasi serta mengecek langsung pelaksanaan program.

Dalam kesempatan itu, Zulhas berdialog dengan para siswa guna mengetahui manfaat yang dirasakan. Ia menyebut mayoritas siswa merasa senang dan berharap program terus berlanjut.

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait