Langkah Darurat, Warga di Kendal Swadaya Bangun Tanggul yang Jebol

Sungai Waridin disebut berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sehingga pemerintah desa dan kabupaten hanya bisa melakukan langkah terbatas.
KENDAL, puskapik.com – Rasa cemas terus menghantui warga Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal.
Tanggul Sungai Waridin yang jebol sejak beberapa waktu lalu hingga kini belum juga diperbaiki secara permanen.
Setiap hujan turun, warga yang tinggal di bantaran sungai tak bisa tidur nyenyak, khawatir air kembali meluap dan menerjang permukiman mereka.
Baca Juga: Ternyata Ini Penyebab Utama Banjir dan Longsor di Kawasan Lereng Gunung Slamet
Musim penghujan dengan potensi hujan ekstrem semakin memperparah kondisi. Kerusakan tanggul yang belum tertangani membuat ancaman banjir seolah tinggal menunggu waktu.
Belum adanya kepastian penanganan dari pemerintah membuat warga dan perangkat desa terpaksa bertindak sendiri.
Dengan peralatan seadanya, mereka secara swadaya memperbaiki tanggul agar tidak kembali jebol.
Tanggul yang rusak ditambal menggunakan rangka dan plat besi, kemudian diperkuat dengan karung-karung berisi tanah urugan.
Upaya ini dilakukan untuk menahan tekanan air Sungai Waridin yang sewaktu-waktu bisa meningkat drastis.
Baca Juga: Polsek Jatinegara Kerja Bakti Tangani Longsor di Desa Sumbarang Tegal
Artikel Terkait

Dikabarkan Hilang, Seorang Kakek 70 Tahun Asal Gringsing Ditemukan Meninggal di Kendal

Syawalan Kaliwungu Kendal, Menjaga Jejak Keteladanan Kyai Guru di Tengah Tradisi Rakyat

Cek Tanggul Jebol di Pekalongan, Ahmad Luthfi: Tahun Ini Disiapkan Anggaran Normalisasi Sungai Bremi Rp 37 Miliar, Tahun Depan Rp 700 Miliar
