Sekar KPH Kendal Dorong Agroforestry Berkelanjutan, Salurkan Ribuan Bibit Kopi dan Karet

Jumat, 30 Januari 2026 | 19.32
Satker KPH Kendal
Peringatan Harlah ke-21 Sekar DPD KPH Kendal di kawasan Perum Perhutani KPH Kendal, BKPH Boja, Jumat (30/1/2026). (foto: Edhot/puskapik.com)

Sekar KPH Kendal mendorong program Agroforestry Berkelanjutan dengan menyalurkan ribuan bibit kopi dan karet kepada masyarakat

KENDAL, puskapik.com – Keberlanjutan pengelolaan hutan kini tidak lagi semata berorientasi pada produksi kayu, namun diarahkan pada model yang mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

Salah satu pendekatan yang terus dikembangkan adalah agroforestry, yakni sistem pengelolaan lahan hutan yang memadukan tanaman kehutanan dan pertanian secara berkelanjutan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam momentum peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-21 Serikat Karyawan (Sekar) DPD KPH Kendal yang digelar di kawasan Perum Perhutani KPH Kendal, BKPH Boja, Jumat (30/1/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Bergerak Bersama, Tumbuh Lebih Kuat”.

Baca Juga: Polres Tegal Kota Tangkap Delapan Pengedar Narkoba, 2 di Antaranya di Bawah Umur

Dalam rangkaian acara tersebut, Sekar DPD KPH Kendal menyerahkan bantuan bibit kepada petani hutan sebagai upaya mendorong pengelolaan hutan berbasis agroforestry yang produktif dan berkelanjutan. Bantuan yang disalurkan berupa bibit kopi dan karet.

Ketua Sekar DPD Kendal, Sucipto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen organisasi dalam menjaga eksistensi Perum Perhutani sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

“Dalam rangka harlah ke-21 ini, kami menyerahkan sekitar 1.100 bibit kopi dan 2.000 bibit karet kepada petani hutan. Harapannya, dalam kurun empat hingga lima tahun ke depan, tanaman ini bisa menjadi sumber penghasilan bagi perusahaan maupun masyarakat,” ujar Sucipto.

Ia menambahkan, peran Sekar tidak hanya terbatas pada perjuangan kesejahteraan karyawan, tetapi juga turut memikirkan masa depan perusahaan.

“Sebagai serikat karyawan, kami tidak hanya menuntut kesejahteraan, tetapi juga memikirkan bagaimana menjaga eksistensi Perum Perhutani agar tetap kuat dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Baca Juga: Seorang Pengamen di Kota Tegal Dalang 4 Kasus Curanmor

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait