Jateng Perkuat Pembangunan 2025, Siap Hadapi Tantangan 2026
Senin, 29 Desember 2025 | 20.46

SEMARANG, puskapik.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat kemajuan pembangunan yang berarti sepanjang tahun 2025. Sejumlah indikator makro menunjukkan tren positif, antara lain menurunnya angk...
SEMARANG, puskapik.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat kemajuan pembangunan yang berarti sepanjang tahun 2025. Sejumlah indikator makro menunjukkan tren positif, antara lain menurunnya angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi yang melampaui rata-rata nasional, serta semakin kuatnya layanan dasar.
Atas capaian tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) meningkatkan kinerja dan kesiapan menghadapi tantangan tahun 2026.
Hal itu disampaikan Ahmad Luthfi saat memimpin apel pagi di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin, 29 Desember 2025. Wakil Gubernur Taj Yasin, Sekda Jateng Sumarno, jajaran pimpinan dan ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ikut serta dalam apel tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Wakil Gubernur, Sekda, para asisten, dan seluruh ASN. Sepuluh bulan yang telah kita lalui patut disyukuri dengan meningkatkan kinerja dan kesiapan menghadapi tantangan 2026,” ujar Ahmad Luthfi.
Ia menjelaskan, capaian pembangunan Jawa Tengah selama 2025 bertumpu pada tiga prioritas utama, yakni penurunan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem, perluasan akses pendidikan, serta pembangunan infrastruktur.
Data menunjukkan angka kemiskinan di Jawa Tengah berhasil ditekan dari 9,58 persen menjadi 9,48 persen. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,37 persen secara tahunan (year on year), melampaui rata-rata nasional. Program rumah tidak layak huni (RTLH) terealisasi sekitar 150 ribu unit, sementara tingkat pengangguran terbuka turun 0,12 persen menjadi 4,66 persen pada Agustus 2025.
Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal Jawa Tengah pada triwulan III 2025 mencapai Rp 66,1 triliun, dengan serapan tenaga kerja sebanyak 326.462 orang.
Pada sektor pendidikan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengembalikan hak pendidikan sekitar 1.100 anak putus sekolah. Selain itu, ribuan anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem difasilitasi bersekolah melalui program sekolah kemitraan bersama sekolah swasta.
Sementara di bidang kesehatan, program Dokter Spesialis Keliling (Speling) telah dilaksanakan sebanyak 876 kali hingga Desember 2025. Program ini menjangkau 738 desa di 388 kecamatan dengan total sasaran 83.137 jiwa. Capaian tersebut mengantarkan Jawa Tengah meraih penghargaan atas akselerasi layanan kesehatan.
“Seluruh capaian ini merupakan hasil kerja bersama. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerja dengan ikhlas dan tulus, dengan semangat kolaborasi antara ASN, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bupati dan wali kota, serta seluruh pemangku kepentingan,” kata Ahmad Luthfi.
Memasuki 2026, Gubernur menegaskan, prioritas pembangunan diarahkan untuk meneguhkan Jawa Tengah sebagai provinsi swasembada pangan. Infrastruktur yang dibangun sepanjang 2025, menurutnya, telah diarahkan untuk mendukung target tersebut melalui kerja berjenjang dan berkelanjutan hingga tingkat desa.
“Setiap kebijakan harus berdampak langsung bagi masyarakat. Jabatan dan kebijakan tidak ada artinya jika tidak memberikan manfaat nyata,” tegasnya.
Di akhir amanat, Ahmad Luthfi mengimbau ASN merayakan pergantian tahun secara sederhana sebagai bentuk empati terhadap daerah yang tengah mengalami bencana.
“Kita perbanyak bersyukur, bersedekah, dan berdoa. Lebih banyak merenungi apa yang bisa kita berikan. Mari bersama menjadikan Jawa Tengah gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja,” pungkasnya. **
Artikel Terkait

Wujudkan Keluarga Berdaya dan Sejahtera, Nawal Yasin Tingkatkan Kerja Kolaborasi
Selasa, 6 Januari 2026

Wujudkan Pariwisata Halal, Pemprov Jateng Proyeksikan Penerapan Label Hotel Ramah Muslim
Selasa, 6 Januari 2026

Pemprov Jateng Percepat Penyerapan APBD 2026
Senin, 5 Januari 2026

Wagub Jateng Berikan Bisarah kepada 22 Penghafal Al-Qur’an
Minggu, 4 Januari 2026