Deprindo Jateng Gas Pembangunan Rumah Rakyat, Petani dan Nelayan Jadi Fokus

DPW Deprindo Jateng menargetkan 2.500 rumah rakyat, fokus petani dan nelayan, dorong kolaborasi lintas sektor demi hunian layak dan inklusif Jawa Tengah
KENDAL, puskapik.com – Pembangunan rumah rakyat kembali digenjot Dewan Pengurus Wilayah Developer Properti Indonesia (DPW Deprindo) Jawa Tengah. Pada tahun berjalan, organisasi ini menargetkan 2.500 unit rumah terealisasi sebagai bentuk kontribusi nyata sektor properti terhadap pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat.
Target tersebut mengemuka dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW Deprindo Jawa Tengah yang berlangsung produktif dan sarat agenda strategis. Bagi Deprindo, pembangunan rumah bukan semata urusan bisnis, melainkan bagian dari upaya memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi daerah.
Ketua DPW Deprindo Jawa Tengah Muhamad Yulianto menekankan pentingnya kolaborasi lintas profesi dalam ekosistem properti. Developer, perbankan, produsen material, hingga akademisi perlu bergerak bersama agar pembangunan perumahan berjalan berkelanjutan.
Baca Juga: Pemekaran Delapan Kelurahan di Kota Tegal, Suharto : Segera Susul Kota Salatiga
“Kolaborasi lintas profesi adalah kunci agar anggota semakin berdaya dan mandiri,” ujarnya.
Isu akses perumahan bagi petani dan nelayan menjadi sorotan utama. Dua kelompok ini dinilai masih menghadapi keterbatasan akses pembiayaan meski memiliki peran strategis dalam menopang ekonomi daerah. Deprindo Jawa Tengah mendorong lahirnya skema kolaboratif agar petani dan nelayan memiliki kesempatan yang setara untuk memiliki rumah layak.
Langkah Deprindo Jawa Tengah sejalan dengan program nasional tiga juta rumah per tahun yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Organisasi ini menegaskan kesiapan menjadi mitra strategis pemerintah dalam merealisasikan agenda besar tersebut di tingkat daerah.
Penguatan internal organisasi juga menjadi bagian penting Muswil. Gagasan pembentukan Koperasi Deprindo, yang digagas Sekretaris DPW Deprindo Jawa Tengah Tri Endar Wahyudi, diharapkan menjadi pilar ekonomi anggota dan model yang dapat direplikasi ke seluruh DPW Deprindo di Indonesia.
Dari sisi keilmuan, Deprindo Jawa Tengah menggandeng Akhmad Syakir Kurnia, Guru Besar FEB Universitas Diponegoro, sebagai Dewan Penasihat. Kehadiran unsur akademisi ini diharapkan mampu memperkuat perumusan kebijakan dan model bisnis perumahan yang inklusif.
Muswil juga menjadi ajang konsolidasi organisasi. DPD Solo Raya menyatakan dukungan solid kepada figur pengusaha muda yang dikenal sebagai Mas Gede, menandai arah kepemimpinan berbasis kerja kolektif dan penguatan jaringan daerah.



