Harga Kedelai Tembus Rp11 Ribu, Perajin Tahu Tempe di Kendal Tertekan

Harga kedelai tembus Rp11.000/kg, perajin tahu tempe di Kendal terdampak. Produksi disiasati, keuntungan turun, pelaku usaha harap stabilisasi harga.
KENDAL, puskapik.com — Lonjakan harga kedelai yang menembus Rp11.000 per kilogram membuat pelaku usaha tahu dan tempe di Kabupaten Kendal kelimpungan.
Kenaikan tajam tersebut tidak hanya menggerus keuntungan, tetapi juga memaksa perajin menyiasati produksi agar tetap bertahan di tengah tekanan biaya yang terus meningkat.
Kondisi ini turut dirasakan Primer Koperasi Produsen Tahu dan Tempe (Primkopti) Harum Kendal yang kini menghadapi lonjakan biaya bahan baku utama.
Baca Juga: Perjuangkan Pemekaran, Warga Brebes Selatan Siap Jalan Kaki Bumiayu-Semarang
Dampaknya merembet pada stabilitas usaha anggota koperasi serta berpotensi memengaruhi pasokan dan harga jual di tingkat konsumen.
Ketua Primkopti Harum Kendal, Rifa’i, mengatakan kenaikan harga kedelai dipicu oleh ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada melonjaknya harga minyak dunia. Situasi tersebut berimbas pada biaya logistik dan distribusi impor kedelai.
“Ketegangan di Timur Tengah memengaruhi biaya transportasi dan asuransi. Kapal menjadi enggan melintasi jalur tersebut. Ongkos angkut naik sekitar 40 persen, sementara biaya asuransi hampir 100 persen,” ujarnya.
Baca Juga: KONI Brebes Siap Berangkatkan 100 Atlet di Porprov Jateng 2026
Ia menjelaskan, harga kedelai mulai merangkak naik sejak awal tahun dan mencapai puncaknya menjelang Lebaran.
Pada Januari, harga kedelai masih berada di kisaran Rp9.200 per kilogram, namun kini melonjak menjadi sekitar Rp11.000 per kilogram.


