Aktivitas Gempa di Gunung Slamet Meningkat, 7 Gempa Hembusan 6 Gempa Low Frequency dan 1 Gempa Tremor

Aktivitas gempa Gunung Slamet meningkat, namun status masih Level II waspada. Warga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah puncak.
SLAWI, puskapik.com - Aktivitas gempa di Gunung Slamet yang berada di lima kabupaten Jawa Tengah, mengalami peningkatan sejak beberapa hari terakhir. Namun demikian, status Gunung Slamet masih level II waspada.
Berdasarkan laporan Albertus Galih Prasida Kastawa AMd di laman MAGMA Indonesia per 24 jam, tanggal 13 April 2026 pukul 00:00-24:00 WIB, menyebutkan cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah barat. Suhu udara sekitar 21.3-27°C. Kelembaban 63-80%.
Pengamatan visual Gunung Slamet terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak.
Baca Juga: Program Pemprov Jateng untuk Memperkuat Pembangunan Keluarga
Pengamatan kegempaan terjadi 7 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 3-4 mm, dan lama gempa 25-46 detik. Selain itu, juga terjadi 6 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 3-3.5 mm, dan lama gempa 15-22 detik, dan 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 0.5 mm, dominan 0.5 mm.
Berdasarkan laman MAGMA Indonesia yang dikelola Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang dilaporkan Ardi per 24 jam, tanggal 11 April 2026 pukul 00:00-24:00 WIB, untuk pengamatan kegempaan terjadi 5 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 3-3.5 mm, dan lama gempa 32-57 detik. Selain itu, 5 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 3 mm, dan lama gempa 9-25 detik, dan 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 0.5-1 mm, dominan 0.5 mm.
"Tingkat Aktivitas Gunungapi Slamet Level II Waspada. Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak berada/beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah puncak Gunung Slamet," himbau Albertus Galih Prasida Kastawa.


