Budidaya Rumput Laut Dorong Produktivitas Tambak dan Ekonomi Pesisir di Kabupaten Kendal

Pemkab Kendal kembangkan budidaya rumput laut di tambak pesisir. Program ini diikuti 50 petani di lahan 25 hektar untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan.
KENDAL, puskapik.com – Pemerintah Kabupaten Kendal terus berupaya meningkatkan produktivitas sektor perikanan tambak yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir.
Salah satu langkah strategis yang kini dikembangkan adalah budidaya rumput laut, yang dinilai memiliki potensi ekonomi cukup besar sekaligus menjadi solusi bagi tambak-tambak yang belum optimal.
Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), program pengembangan budidaya rumput laut telah berjalan selama kurang lebih satu tahun.
Baca Juga: Kenapa Kota Tegal dan Kabupaten Tegal Hari Jadinya Berbeda? Ini Perbedaannya
Program ini menyasar para petani tambak di wilayah pesisir dengan tujuan meningkatkan pendapatan sekaligus memaksimalkan pemanfaatan lahan tambak yang selama ini kurang produktif.
Saat ini, tercatat sekitar 50 petani telah tergabung dalam program budidaya rumput laut dengan total luas lahan mencapai 25 hektar.
Lokasi budidaya tersebar di sejumlah wilayah pesisir di Kabupaten Kendal, di antaranya Karangsari, Bandengan, Banyutowo, Balok, serta Kampung Mbiru. Wilayah-wilayah tersebut dinilai memiliki karakteristik perairan yang cukup mendukung untuk pengembangan rumput laut.
Baca Juga: Jamin Rekrutmen Bersih, Polres Brebes Ambil Sumpah dan Pakta Integritas Penerimaan Polri 2026
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal, Hudi Sambodo, menjelaskan bahwa pengembangan budidaya rumput laut menjadi salah satu alternatif yang efektif dalam mengatasi rendahnya produktivitas tambak konvensional.
Menurutnya, rumput laut memiliki siklus panen yang relatif singkat, yakni sekitar dua bulan, sehingga mampu memberikan perputaran ekonomi yang lebih cepat bagi petani.


