BPJS Nonaktif di Brebes, 1.400 Jiwa Direaktivasi karena Penyakit Khusus

Kamis, 26 Februari 2026 | 15.22

Dinsos Brebes reaktivasi 1.400 peserta PBI JKN usai penonaktifan massal. Kini warga cukup ke balai desa untuk aktifkan kartu dengan syarat medis.

BREBES, puskapik.com – Penonaktifan 100.552 jiwa peserta PBI JKN di Kabupaten Brebes berdasarkan SK Kemensos Nomor 03/HUK/2026 langsung direspons dengan langkah reaktivasi. Hingga akhir Februari 2026, tercatat 1.400 jiwa peserta sudah direaktivasi kembali, mayoritas karena menderita penyakit khusus yang membutuhkan layanan kesehatan segera.

Plt. Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Brebes, Warudin, menegaskan bahwa proses reaktivasi sudah berjalan sejak penonaktifan dilakukan.

“Jumlah yang dinonaktifkan itu ada 100.552 jiwa, per hari ini sudah ada 1.400 jiwa yang mengajukan reaktivasi dan sudah diaktifkan kembali. Sekarang reaktivasi tidak harus ke dinas sosial, cukup ke balai desa atau kelurahan. Rentang jarak reaktivasi hingga 6 bulan sejak dinonaktifkan,” ujarnya kepada wartawan usai sosialisasi reaktivasi di Aula Dispermades Kabupaten Brebes, Kamis (26/2/2026).

Baca Juga: Ini Deretan Makanan Khas Brebes yang Cocok untuk Buka Puasa

Warudin menambahkan, di Kabupaten Brebes tercatat ada 1,04 juta jiwa penerima BPJS PBI. Meski ada penyesuaian, kuota penerima bantuan tetap aman di angka 1,04 juta jiwa, karena dialihkan dari segmen PBI Pemda ke PBI Pusat serta ditambah peserta baru dari desil 1–5 sesuai sasaran.

Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Brebes, Indra Berlian Nirwana, menegaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberi kepastian kepada masyarakat. “Bagi yang membutuhkan layanan kesehatan bisa melakukan reaktivasi, dulu harus melalui dinsos, sekarang dipermudah bisa mengakses ke desa maupun ke kelurahan. Dengan membawa surat keterangan dari rumah sakit atau puskesmas yang menerangkan bahwa dia membutuhkan layanan kesehatan. Kalau masuk rumah sakit itu ada ketentuan proses administrasi 3x24 jam,” jelasnya.

Acara sosialisasi ini dihadiri oleh perwakilan dari 40 desa dengan jumlah peserta nonaktif terbanyak, serta seluruh kepala Puskesmas di Kabupaten Brebes. Desa Slatri, Kecamatan Larangan, menjadi desa dengan jumlah penonaktifan tertinggi yakni 1.821 jiwa, disusul Desa Pamulihan dengan 1.466 jiwa, dan Desa Bangsri dengan 1.058 jiwa.

Artikel Terkait