Kreativitas Kader Jadikan Penyemangat Ibu Di Posyandu

(PuskAPIK) – Pelayanan Terpadu atau yang lebih dikenal masyarakat dengan singkatan Posyandu , yang dilaksanakan di setiap desa/kelurahan merupakan bentuk pelayanan terhadap masyarakat, utamanya kaum perempuan atau para ibu yang mempunyai anak berusia balita.

Kegiatan posyandu yang dilaksanakan oleh Kader desa (PKK) yang dikoordinatori oleh seorang bidan desa yang dilaksanakan pada setiap bulan, dalam menjalankan kegiatan tentunya didasari oleh ketentuan-ketentuan yang ada dalam kegiatan Posyandu itu sendiri, diantaranya adalah pemeliharaan kesehatan bayi dan usia balita melalui penimbangan, pelayanan gizi , pencegahan penyakit, pengobatan penyakit, juga pemeliharaan kesehatan ibu hamil, ibu menyusui dan pasangan usia subur.

Namun demikian masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa posyandu adalah kegiatan dimana ibu dan anak usia balita yang didaftar, ditimbang, pemberian gizi dan selesai sampai di situ saja. Anggapan “Posyandu hanya sekedar menimbang bayi” sudah menjadi kebiasaan sebagian masyarakat. Ibu dengan bayinya datang ke tempat posyandu, didaftar, ditimbang, diberi vitamin atau imunisasi dan pulang. Kurang aktifnya masyarakat dalam mengikuti posyandu itulah yang menyebabkan anggapan tersebut muncul. Dari hal tersebut di atas nampaknya peran aktif penyelenggara posyandu harus maksimal dalam pelayanan utamanya penyampaian informasi ataupun kegiatan-kegiatan yang ada dalam posyandu.

Seperti yang dilaksanakan Posyandu Melati RW 1 Desa Pecangakan kecamatan Comal kabupaten Pemalang. Kegiatan yang dilaksanakan oleh kader Sri Wahyuni, Sriyatun, Srini Hastuti, Rubiyanti, Retno Widjonowati dan bidan desa Pecangakan kecamatan Comal Susi Meiningrum, pada setiap kegiatan yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali ini secara normatif melaksanakan pelayanan kepada masyarakat sesuai ketentuan yang ada. Dimulai dengan memberikan pengumuman melalui pengeras suara di musholla atau masjid di sekitar lokasi bahwa akan diadakan posyandu. Hal tersebut disampaikan agar para ibu hamil, menyusui, dan mempunyai balita bersiap untuk segera menuju ke lokasi posyandu. Selanjutnya mereka (kader) menyiapkan dan menyediakan peralatan yang dibutuhkan seperti meja, kursi, alat timbang, buku register, poster, KMS, oralit, vit.A, tablet tambah darah, alat kontrasepsi dan obat sederhana. Kegunaan meja-meja tersebut adalah, untuk meja I digunakan sebagai pendaftaran, meja II sebagai penimbangan bayi dan balita serta pelayanan ibu menyusui , ibu hamil dan pasangan usia subur, Meja III sebagai pengisian KMS. Pada meja IV penyuluhan ibu hamil, ibu menyusui dan pasangan usia subur, pelayanan oralit, vitamin A dan pemberian tablet besi. Sedangkan pada meja V sebagai pelayan pemeriksaan Ibu hamil dan pemberian imunisasi, pelayanan KB serta pelayanan pengobatan.
Bidan desa Pecangakan kecamatan Comal kabupaten Pemalang, Susi Meiningrum berupaya meningkatkan peran aktif para ibu untuk mengetahui dan memahami apa itu kegiatan posyandu, sehingga diharapkan masyarakat memahami fungsi posyandu yang bukan sekedar tempat penimbangan bayi. Masyarakat dengan rasa tanggungjawabnya akan hadir di posyandu dalam rangka mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal dari posyandu. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kadatangan ibu di posyandu, diantaranya adalah pengetahuan ibu tentang manfaat posyandu dan motivasi ibu untuk membawa anaknya ke posyandu.
Selain bidan desa, faktor kreatifitas kader sangat diperlukan dalam upaya meningkatkan pemahaman fungsi posyandu kepada masyarakat, sehingga para ibu dengan kesadaran sendiri datang ke posyandu. Selain membantu menyiapkan peralatan, melaksanakan proses administrasi dan membantu bidan desa dalam hal melayani memberikan beberapa penyuluhan, kader desa di Posyandu Melati RW 1 ini berupaya dengan kreatifitas mereka untuk menarik masyarakat agar datang dilokasi posyandu. Selain melaksanakan seperti apa yang sudah menjadi tugasnya, mereka juga mengadakan terobosan-terobosan atau ide untuk menarik minat ibu-ibu datang ke posyandu.

Adalah Sri Wahyuni, Sriyatun, Srini Hastuti, Rubiyanti, Retno Widjonowati warga RW 01 yang menjadi kader posyandu Melati RW 01, satu dari Sembilan posyandu yang terdapat di desa Pecangakan kecamatan Comal kabupaten Pemalang. didalam melaksanakan kegiatannya sebenarnya tidak berbeda dengan apa yang dilaksanakan kader-kader posyandulain pada umumnya. Standar pelayanan yang mereka lakukan mulai pendaftaran, penimbangan, pecatatan, imunisasi, pemberian vitamin, penyuluhan dan pemberian makanan tambahan. Tugas kader yang sudah tersusun adalah pendaftaran, penimbangan, pencatatan, penyuluhan dan pemberian makanan tambahan. Sedangkan untuk pemberian vitamin, imunisasi dan tumbuh kembang bayi (balita) dilakukan oleh bidan desa. Selain itu bidan desa juga mendampingi para kader yang memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang datang di posyandu.
Didalam posyandu Melati RW 01, selain melaksanakan posyandu untuk bayi dan balita, juga diadakan posyandu ibu hamil dan posyandu lansia yang dilaksanakan pada hari dan waktu yang berbeda tiap sebulan sekali.

Dalam posyandu (kelas) hamil bidan desa memberikan penyuluhan, imunisasi, pemberian vitamin tambah darah juga makanan gizi seimbang (nasi, lauk, sayur buah dan susu). Kelas hamil juga diajarkan senam hamil, cara merawat bayi baru lahir, mengganti perban pada tali pusat, memandikan bayi dan lain sebagainya. Sedangkan dalam posyandu (kelas) lansia diadakan penimbangan, cek tekanan (tensi) darah , penyuluhan juga diadakan senam jantung sehat, senam diabet dan senam-senam lain setiap 2 (dua) kali dalam seminggu secara bergiliran agar para lansia tidak bosan mengikuti senam.

Untuk mendapatkan para ibu yang hadir di posyandu secara maksimal, para kader didalam memberikan pelayanan melakukan berbagai kreativitas masing-masing kader. Kreativitas tersebut diharapkan dapat menarik masyarakat lainnya yang belum mengikuti posyandu setelah mendengar cerita mengenai posyandu dari masyarakat yang sudah mengikutinya terlebih dahulu. Terdapat beberapa ide para kader untuk menarik para ibu agar lebih rajin datang ke posyandu. Ide atau inovasi yang dilaksanakan adalah mengadakan arisan untuk ibu-ibu yang hadir di posyandu dengan tujuan agar mereka akan bertambah rajin ke posyandu. Inovasi yang dilakukan kader juga dibarengi dengan tindakan simpati bidan desa dengan melakukan upaya-upaya diantaranya mengadakan kunjungan rumah bayi dan balita yang tidak datang saat posyandu. Selain itu bidan desa juga memberikan hadiah(doorprize) bagi para ibu yang hadir di posyandu.

Upaya yang dilaksanakan para kader dan bidan desa untuk menarik ibu-ibu mengikuti posyandu perlahan namun pasti membuahkan hasil. Indikasi tersebut dengan didapat dengan banyaknya ibu-ibu yang bertanya kapan posyandu diadakan, tanggal berapa posyandu diadakan. Demikian juga dengan para lansia dan ibu hamil, mereka selalu menanyakan jadwal posyandu lansia maupun ibu hamil.
Kehadiran posyandu di lingkungan masyarakat sangat besar sekali manfaatnya bagi mereka yang dengan sadar ingin memperoleh pelayanan kesehatan, baik untuk bayi dan balita, para ibu dan lansia. Diharapkan pelayanan kader dan bidan desa dalam posyandu baik secara normatif maupun dengan kreatifitas para kadernya dapat memberikan pengetahuan ke masyarakat secara luas tentang apa dan bagaimana posyandu tersebut dilaksanakan. Dengan semakin meningkatnya pengetahuan tentang posyandu pada masyarakat maka akan semakin banyak pula para ibu mengikuti kegiatan posyandu di wilayahnya masing-masing, sehingga masyarakat terutama para ibu mengerti dan memahami bahwa posyandu bukan sekedar tempat penimbangan balita.

 

Penulis : Retno Widjonowati
Alamat : RT.01 RW.01 Desa Pecangakan kecamatan Comal kab. Pemalang
Contact person : 0823 2949 6561

Tinggalkan Komentar