PCNU Pemalang Lepas Pemberangkatan 268 Santri Lirboyo

FOTO/PUSKAPIK/BAKTIAWA CANDHEKI
KLIK Untuk Ikut Polling sekarang!

PUSKAPIK.COM, Pemalang – Bertempat di Gedung Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pemalang, sebanyak 268 santri Podok Pesantren Lirboyo, Jawa Timur, asal Pemalang, Minggu 5 Juli 2020 tadi malam, berangkat kembali menuju pondok yang didirikan oleh K H Abdul karim (Mbah Manab) di kota Kediri tersebut, setelah sebelumnya sempat libur panjang akibat pandemi Covid -19.

268 santri tersebut, terdiri dari santri lama dan santri baru. Sebelum melepas para santri berangkat kembali ke pondoknya PCNU menggelar istigotsah di pimpin oleh Ketua Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Pemalang, K H Fuad, dilanjutkan doa bersama berharap agar diberikan keselamatan dan keberkahan.

Ketua PCNU Pemalang, K H Muchlasin mengingatkan, keputusan memondokkan anaknya di Ponpes salaf yang terafiliasi dengan NU seperti Lirboyo, Tambak beras, Ploso dan Buntet Cirebon merupakan pilihan yang tepat.

“Saya juga mengingatkan kepada wali santri untuk bertirakat, usaha orang tua berpengaruh terhadap kesuksesan anaknya dalam menuntut ilmu di pondok,” ujarnya.

Panitia acara Pelepasan Pemberangkatan Santri Lirboyo asal Pemalang, Faizun, menyampaikan, dalam mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19, para santri menjalani aturan karantina baik sebelum dan sesudah sampai lingkungan pondok di Lirboyo.

“Ada karantina mandiri di rumah 14 hari sebelum berangkat. Nanti di sana (pondok pesantren Lirboyo) juga dikarantina lagi 14 hari,” ungkapnya kepada puskapik.com.

Salah satu wali santri, Dede warga, Kecamatan Belik yang ikut melepas buah hatinya malam itu berharap, anaknya Yogi (10) yang baru tahun ini masuk Pondok Lirboyo bisa mendapat berkah ilmu dan menjadi anak yang sholeh dan manfaat nantinya.

“Sebagai orang tua cuma mengikuti keinginan anak, tiba-tiba ingin mondok di Lirboyo, semoga bisa barokah ilmunya,” kata Dede.

Dalam acara tersebut hadir pula ketua DPRD Pemalang, Agus Sukoco, Sekertaris PCNU Gus Bahry, dan Beberapa ulama NU Pemalang lainnya. Ada suasana mengharukan saat pelepasan santri berlangsung.

Dari laman web lirboyo.net, Lirboyo, adalah nama sebuah desa yang digunakan oleh KH Abdul Karim menjadi nama Pondok Pesantren. Terletak di barat Sungai Brantas, di lembah Gunung Willis, Kota Kediri. Awal mula berdiri Pondok Pesantren Lirboyo berkaitan erat dengan kepindahan dan menetapnya KH Abdul Karim ke desa Lirboyo tahun 1910 M.

Pondok Pesantren Lirboyo berkembang menjadi pusat studi Islam sejak puluhan tahun sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Bahkan dalam peristiwa-peristiwa kemerdekaan, Pondok Pesantren Lirboyo ikut berperan dalam pergerakan perjuangan dengan mengirimkan santri-santrinya ke medan perang seperti peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.

Penulis : Baktiawan Candheki
Editor : Amin Nurrokhman

Iklan

Tinggalkan Balasan