Yono Daryono Raih Anugerah Kebudayaan Jateng 2025
Sabtu, 13 Desember 2025 | 15.24

TEGAL, puskapik.com - Panggung panjang pengabdian Yono Daryono di dunia sastra dan teater akhirnya mendapat perhatian istimewa. Budayawan asal Kota Tegal itu akan menerima Anugerah Kebudayaan Jawa Ten...
TEGAL, puskapik.com - Panggung panjang pengabdian Yono Daryono di dunia sastra dan teater akhirnya mendapat perhatian istimewa.
Budayawan asal Kota Tegal itu akan menerima Anugerah Kebudayaan Jawa Tengah 2025 kategori Pelopor Teater.
Penghargaan itu digelar dalam Malam Anugerah Kebudayaan Jawa Tengah di Situs Cagar Budaya Benteng Willem I Ambarawa, Sabtu, 13 Desember 2025.
Anugerah tersebut merupakan bagian dari rangkaian Festival Cagar Budaya Tahun 2025, yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah sebagai pelaksanaan mandat UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, sekaligus wujud konkret pelaksanaan 136 Program Daerah.
Nama Yono Daryono tercantum sebagai salah satu penerima penghargaan bersama tokoh budaya dari Kota Semarang, Kabupaten Banyumas, dan Kota Surakarta.
Penyerahan anugerah akan berlangsung di ruang terbuka sisi barat laut Bangunan A8 dan A9 Benteng Willem I Ambarawa, dengan nuansa kebudayaan Jawa yang kental.
Bagi Yono, penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan energi baru untuk terus berkarya.
"Saya bangga pemerintah mengapresiasi penggiat kesenian. Sebagai penerima Anugerah Kebudayaan kategori Pelopor Teater, rasanya seperti mendapat pitamin. Suntikan semangat agar saya semakin bergairah berkesenian," ujar Yono kepada puskapik.com, Sabtu 13 Desember 2025.
Yono dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan teater di Kota Tegal. Yono telah menapaki dunia sastra dan teater sejak tahun 1976.
Dua tahun kemudian, tepatnya 1978, bersama almarhum Eko Tunas, Haryo Guritno dan sejumlah seniman lainnya, Yono ikut mendirikan Teater RSPD, yang menjadi salah satu tonggak penting perkembangan teater di Tegal.
"Teater bagi saya bukan sekadar panggung, tapi ruang berpikir, ruang berproses, dan ruang merawat kemanusiaan," ungkap Yono dengan gaya khas seniman panggung.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Hermawan Fajar Arisandi, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas pencapaian Yono Daryono.
"Ini adalah kebanggaan bagi Kota Tegal. Pak Yono adalah figur yang konsisten, setia dan tak pernah lelah merawat teater dan sastra. Kami berharap penghargaan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkesenian dan mencintai budaya lokal," ujar Fajar.
Anugerah Kebudayaan Jawa Tengah sendiri diberikan kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki dedikasi panjang dan kontribusi nyata dalam pemajuan kebudayaan di daerahnya masing-masing.
Bagi Yono Daryono, penghargaan ini ibarat lampu sorot di ujung panggung, bukan penutup lakon, melainkan penanda babak baru untuk terus berkarya, menyuarakan nurani dan merawat kebudayaan melalui kata dan peran. **



