Talud Ketiwon Tegal Masih Penguatan Darurat 13 Hari Pasca Banjir

Talud Sungai Ketiwon di Panggung, Tegal, masih ditangani darurat dengan geotekstil dan sand bag. Penanganan permanen telah diajukan ke provinsi.
TEGAL, puskapik.com - Tiga belas hari pasca banjir yang menggerus talud Sungai Ketiwon di Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, penanganan masih difokuskan pada penguatan darurat.
Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air DPUPR Kota Tegal, Emi Muti’ah Hidayati, menegaskan bahwa langkah yang dilakukan saat ini memang bersifat sementara sambil menunggu penanganan permanen.
"Penanganan ini memang darurat, jadi tidak seperti konstruksi permanen dan tidak ada prosentase pekerjaan," ujar Emi, Senin 23 Februari 2026.
Baca Juga: Gudang Gipsum dan Tiner Terbakar, Pejaga Gudang Dilarikan ke RSUD Karena Luka Bakar
Menurut Emi, untuk mempertahankan tanggul yang tergerus, dilakukan perkuatan dengan pelapisan geotekstil agar tanah tidak kembali terkikis.
Selain itu, sand bag dipasang di sisi luar tanggul untuk memperkuat struktur.
"Trucuk dan sesek di sisi dalam untuk penahan, yang di dalamnya antara trucuk dan tanggul diberi sand bag," jelas Emi.
Namun, pengisian sand bag tidak dilakukan setinggi tanggul secara penuh. Hal itu untuk menghindari beban berlebih yang justru berpotensi memicu longsor.
"Kalau sand bag langsung penuh setinggi tanggul, malah dikhawatirkan membebani tanggul dan takutnya longsor. Sedang diupayakan dipasang sampai kurang lebih setinggi trucuk bambunya," tambah Emi.
Emi menyebut pekerjaan tersebut dilakukan oleh Tim Balai PSDA Pemali Comal Provinsi Jawa Tengah dan tidak hanya difokuskan di wilayah Kelurahan Panggung.


