Warisan Rasa Tegal, Fikri Faqih Usul Kuliner Lokal Masuk Agenda Kebudayaan Nasional

Minggu, 5 Oktober 2025 | 21.36
Warisan Rasa Tegal, Fikri Faqih Usul Kuliner Lokal Masuk Agenda Kebudayaan Nasional

TEGAL, puskapik.com - Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKS, Abdul Fikri Faqih, mendorong kuliner khas Tegal bisa naik kelas dan menembus pasar nasional bahkan internasional melalui kemitraan dengan Keme...

TEGAL, puskapik.com - Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKS, Abdul Fikri Faqih, mendorong kuliner khas Tegal bisa naik kelas dan menembus pasar nasional bahkan internasional melalui kemitraan dengan Kementerian Kebudayaan serta pelaku UMKM kuliner Tegal. Fikri menyampaikan hal tersebut saat menghadiri dua kegiatan budaya di Tegal, pada Sabtu 4 Oktober 2025. Pertama, kegiatan literasi di Pelataran Piek Hardiyanto Supriyadi yang mengangkat budaya lokal. Kedua, Festival Kuliner Khas Tegal yang melibatkan pelaku UMKM di sebuah kafe. "Kita ingin hal-hal kecil yang menjadi kearifan lokal atau local genius, seperti kuliner Tegal, bisa dikembangkan. Negara lain sudah melakukan riset terhadap produk budaya mereka. Kita juga harus mulai agar kuliner lokal bisa dijual hingga tingkat internasional," ujar Fikri. Fikri menilai, kuliner Tegal sebenarnya memiliki potensi besar. Fikri mencontohkan popularitas warung Tegal (warteg) yang telah lama dikenal di Jabodetabek. Kalau kata mendiang Ketua Umum Kowarteg, Sastoro, dulu ada sekitar 100 ribu warteg di Jabodetabek. Harganya bersahabat, rasanya pun bisa diterima lidah masyarakat berbagai daerah. "Ini bukti kuliner Tegal punya daya saing," kata Fikri. Fikri menyebut, kuliner termasuk bagian dari warisan kebudayaan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Menurut Fikri, pengembangan kuliner daerah bukan sekadar bisnis, tetapi juga pelestarian budaya. Politisi PKS asal Tegal ini mencontohkan berbagai makanan khas yang perlu lebih dikenal masyarakat luas, seperti soto Tegal dengan tauco, tahu aci, rujak teplak hingga glotak. "Banyak teman dari luar daerah kalau ke Jawa Tengah selalu rela keluar tol hanya untuk makan sate kambing. Padahal mereka belum tentu mengenal soto Tegal yang pakai tauco atau tahu aci. Padahal itu sangat khas dan punya potensi besar," ujar Fikri. Fikri menilai, keunikan kuliner Indonesia terletak pada keberagaman rempah lokal. Hal ini menjadi modal besar untuk memperkenalkan makanan tradisional Indonesia di pasar global. "Orang Indonesia kalau ke luar negeri sering tidak tahan dengan cita rasa makanan asing. Mereka tetap mencari makanan Indonesia seperti telur asin atau orek tempe. Ini menunjukkan cita rasa lokal kita punya keunggulan," ucap Fikri. Fikri berharap kegiatan seperti Festival Kuliner Khas Tegal dapat menjadi pintu untuk mengangkat kuliner lokal agar lebih dikenal dan memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional. Dalam kesempatan itu, Fikri juga mendukung pelaku UMKM dengan memborong beberapa produk kuliner khas Tegal seperti rujak teplak, glotak, donat hingga salad. "Semoga kegiatan ini bisa berkelanjutan sehingga kuliner khas Tegal bisa naik kelas, memperluas pemasaran dan menjadi kebanggaan daerah," pungkas Fikri. **

Artikel Terkait