Refleksi Hari Ibu 2025, Makna Juang dari Wawalkot Tegal Mba Iin
Selasa, 23 Desember 2025 | 01.43

TEGAL, puskapik.com - Hari Ibu Nasional yang diperingati setiap 22 Desember bukan sekadar momentum seremonial. Di Kota Tegal, peringatan Hari Ibu dimaknai lebih dalam sebagai refleksi perjuangan perem...
TEGAL, puskapik.com - Hari Ibu Nasional yang diperingati setiap 22 Desember bukan sekadar momentum seremonial.
Di Kota Tegal, peringatan Hari Ibu dimaknai lebih dalam sebagai refleksi perjuangan perempuan dalam sejarah bangsa sekaligus penguatan peran perempuan di era modern.
Hal itu ditegaskan Wakil Wali Kota Tegal, Hj. Tazkiyyatul Muthmainnah, dalam pemaparannya bertajuk ‘Menorehkan Makna dan Warna Hari Ibu’ di RSU Islam Harapan Anda, Senin, 22 Desember 2025.
Menurut Mba Iin, Hari Ibu di Indonesia memiliki makna yang berbeda dibandingkan Mother’s Day di negara lain.
Hari Ibu lahir dari semangat Kongres Perempuan Indonesia 1928, yang memperjuangkan pendidikan, kesehatan, hak anak hingga partisipasi perempuan dalam pembangunan nasional.
“Hari Ibu itu simbol perjuangan perempuan, bukan hanya perayaan hubungan biologis ibu dan anak,” kata Mba Iin.
Dalam paparannya, Mba Iin menyoroti tantangan nyata yang dihadapi perempuan saat ini, mulai dari beban ganda, fenomena generasi sandwich hingga meningkatnya jumlah perempuan sebagai pencari nafkah utama keluarga.
Di sisi lain, perempuan juga dihadapkan pada kesenjangan digital dan kekerasan berbasis gender di ruang siber.
“Perempuan hari ini memiliki peluang besar di bidang pendidikan dan teknologi, tetapi masih dibatasi oleh standar sosial yang bias gender. Ini yang harus kita ubah bersama,” ujar Mba Iin.
Mba Iin menekankan pentingnya peran negara dan pemerintah daerah dalam menghadirkan kebijakan yang inklusif dan berpihak pada pemberdayaan perempuan, baik di sektor pendidikan, ekonomi, sosial maupun politik.
Pemikiran tersebut bukan sekadar wacana. Sebagai Wakil Wali Kota Tegal, Mba Iin dikenal memiliki rekam jejak kuat di bidang kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Berlatar belakang akademik kesehatan masyarakat, Mba Iin aktif mendorong penguatan layanan kesehatan, perlindungan perempuan dan anak serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Tegal.
Dibandingkan banyak figur perempuan di pemerintahan daerah, sepak terjang Mba Iin dinilai menonjol karena konsistensinya mengaitkan isu perempuan dengan kebijakan pembangunan.
Mba Iin tidak hanya hadir sebagai simbol representasi perempuan, tetapi juga sebagai pengambil keputusan yang aktif dan substansial.
Sejumlah program yang menitikberatkan pada kesehatan keluarga, penguatan peran ibu sebagai pendidik pertama serta peningkatan partisipasi perempuan dalam ruang publik menjadi bukti nyata kontribusinya dalam pemerintahan.
Mba Iin menegaskan, Hari Ibu harus menjadi momentum refleksi bersama, sejauh mana kesetaraan gender telah tercapai dan apa yang masih perlu diperjuangkan.
“Kualitas keluarga dan masyarakat sangat bergantung pada kualitas perempuan. Ketika perempuan berdaya, maka daerah akan maju,” kata perempuan kelahiran Blora ini.**



