Libur Sekolah, Program MBG di Kota Tegal Dialihkan ke Balita dan Bumil

Sabtu, 20 Desember 2025 | 17.01
Libur Sekolah, Program MBG di Kota Tegal Dialihkan ke Balita dan Bumil

TEGAL, puskapik.com - Program Makan Bergizi Gratis di Kota Tegal mengalami penyesuaian sasaran menyusul masuknya masa libur sekolah. Untuk sementara, penerima manfaat yang semula di fokuskan pada anak...

TEGAL, puskapik.com - Program Makan Bergizi Gratis di Kota Tegal mengalami penyesuaian sasaran menyusul masuknya masa libur sekolah. Untuk sementara, penerima manfaat yang semula di fokuskan pada anak sekolah dialihkan kepada kelompok masyarakat, seperti balita, ibu hamil dan ibu menyusui. Ketua Satuan Tugas Percepatan Program MBG Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono mengatakan, penyesuaian tersebut di lakukan agar program tetap berjalan. Agus berharap, manfaat MBG harus terus di rasakan masyarakat meski aktivitas belajar mengajar sedang libur. "Untuk sementara sasaran di alihkan ke balita, bumil dan busui. Setelah anak-anak kembali masuk sekolah, sasaran untuk masyarakat tetap akan berjalan," ujar Agus kepada puskapik.com, Sabtu 20 Desember 2025.

Jangkauan MBG

Menurut Agus, skema tersebut justru akan memperluas jangkauan penerima manfaat program MBG di Kota Tegal. Selama ini, perhitungan sasaran masih di dominasi oleh penerima dari kalangan anak sekolah. "Jadi ke depan penerima manfaat justru akan meningkat, karena sasaran masyarakat tetap berjalan bersamaan dengan sasaran anak sekolah," jelas Agus. Pelaksanaan program MBG untuk masyarakat saat ini di salurkan melalui Posyandu dengan melibatkan kader kesehatan. Berdasarkan data Satgas, sasaran penerima manfaat dari kelompok masyarakat di perkirakan mencapai sekitar 30 persen. Dari hasil evaluasi Satgas MBG, pelaksanaan program di sekolah-sekolah sejauh ini berjalan dengan baik dan lancar. Namun, masih di perlukan penyesuaian pada kualitas olahan makanan di beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG. "Ada saran dan masukan dari masyarakat. Harapannya SPPG bisa menerima masukan tersebut dan memperbaiki kualitasnya," kata Agus. Agus menambahkan, perbaikan kualitas penting di lakukan agar tidak muncul perbandingan antar SPPG di tengah masyarakat. Selain itu, evaluasi menu juga di lakukan berdasarkan preferensi penerima manfaat. "Kalau anak-anak sekolah, umumnya lebih menyukai menu olahan berbahan dasar ayam. Ini bisa menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan menu," ujar Agus. Selain kualitas menu, Satgas MBG Kota Tegal juga terus melakukan monitoring terhadap keamanan pangan, kualitas makanan serta para penjamah makanan di setiap SPPG. "Kalau kebutuhan ahli gizi di SPPG sudah tersedia. Dari puskesmas pun kami tugaskan untuk memonitor sesuai bidangnya, baik ahli gizi maupun sanitarian," pungkas Agus. **

Artikel Terkait