Kemiskinan di Kota Tegal Turun 0,36 Persen
Kamis, 18 Desember 2025 | 18.24

TEGAL, puskapik.com - Persentase penduduk miskin di Kota Tegal berhasil ditekan sebesar 0,36 persen pada tahun 2025. Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan turun dari 7,64 persen pada tahun sebelumnya...
TEGAL, puskapik.com - Persentase penduduk miskin di Kota Tegal berhasil ditekan sebesar 0,36 persen pada tahun 2025.
Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan turun dari 7,64 persen pada tahun sebelumnya menjadi 7,28 persen, bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.
Capaian itu disampaikan Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, saat membuka sarasehan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional di Pendopo Ki Gede Sebayu, Kamis 18 Desember 2025.
Menurut Mba Iin, penurunan angka kemiskinan tersebut merupakan hasil kerja keras kolaboratif antara Pemkot Tegal dan pihak terkait.
"Kesetiakawanan sosial ikut berperan dalam mengentaskan kemiskinan di sini," ujar Mba Iin yang juga Ketua Tim Penanggulangan Kemiskinan Kota Tegal.
Mba Iin menjelaskan, kesetiakawanan sosial merupakan nilai fundamental yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.
Nilai itu mendorong untuk bersatu, saling membantu dan bekerja bersama-sama guna mengurangi kesenjangan.
"Nilai ini juga yang memperkuat kondisi sosial ekonomi masyarakat, khususnya dalam pengentasan kemiskinan ekstrem,” ujar Mba Iin.
Selain itu, Mba Iin menyebut bahwa nilai-nilai warisan leluhur seperti gotong royong, kesetiakawanan dan saling bantu perlu diperkuat lagi kepada gen Z.
"Kalau di kalangan sepuh mungkin masih kuat. Tapi untuk yang muda-muda kaya Gen-Z ini, menurut saya perlu ditingkatkan," katanya.
Mba Iin menambahkan, keberhasilan menurunkan angka kemiskinan tidak terlepas dari keterpaduan program dan semangat gotong royong yang terus dibangun lintas sektor.
"Dengan kolaborasi dan sinergi yang kuat, perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat dapat kita wujudkan," kata Mba Iin.
Meski demikian, Wakil Wali Kota Tegal mengingatkan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat semua pihak lengah.
Melalui sarasehan HKSN, Mba Iin berharap akan ada banyak saran dan masukan dari peserta.
Terlebih, para peserta sarasehan merupakan masyarakat yang sering berada di lapangan.
"Ada banyak hal untuk mengentaskan kemiskinan. Kami menunggu saran masukan dari masyarakat," jelas Mba Iin. **



