Kabupaten Tegal Raih Swasti Saba Padapa dan STBM Award 2025

Sabtu, 29 November 2025 | 19.39
Kabupaten Tegal Raih Swasti Saba Padapa dan STBM Award 2025

SLAWI, puskapik.com - Menjelang akhir tahun, Kabupaten Tegal kembali mencatat prestasi membanggakan tingkat nasional di bidang kesehatan dan sanitasi. Kabupaten Tegal meraih Swasti Saba Padapa dan STB...

SLAWI, puskapik.com - Menjelang akhir tahun, Kabupaten Tegal kembali mencatat prestasi membanggakan tingkat nasional di bidang kesehatan dan sanitasi. Kabupaten Tegal meraih Swasti Saba Padapa dan STBM Award 2025 kategori Madya rangking 6 pada acara Penganugerahan Kabupaten/ Kota Sehat (Swasti Saba) dan STBM Award 2025. Acara digelar bertepatan dengan rangkaian Hari Kesehatan Nasional di Aula Siwabessy Gedung Prof Sujudi Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, yang dilakukan secara luring dan daring, Jumat , 28 November 2025. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, dr Ruszaeni bersyukur atas dua penghargaan yang diraih Kabupaten Tegal. Capaian ini menegaskan bahwa berbagai program kesehatan yang dilaksanakan Pemkab Tegal telah memenuhi indikator dan standar nasional. “Alhamdulillah, tahun ini kita menerima dua penghargaan sekaligus. Ke depan, kita berharap bisa meraih Swasti Saba Wiwerda, bahkan mencapai tingkat Wistara,” ujarnya usai mengikuti acara Penganugerahan Swasti Saba dan STBM Award 2025 secara daring bersama Forum KKS Kabupaten Tegal dan kepala OPD di Ruang Rapat Bupati Tegal, Jumat, siang. Ruszaeni menyebutkan, penghargaan Swasti Saba diberikan kepada daerah yang dinilai berhasil menunjukkan kualitas pengelolaan kesehatan lingkungan, sanitasi, pengelolaan sampah, serta perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat. Aspek yang dinilai meliputi sarana sanitasi, sistem pengelolaan air besar, pengelolaan sampah, hingga cara pemanfaatannya. "Kabupaten Tegal sudah cukup baik, misalnya pada pengelolaan di TPA Penujah, meski masih ada aspek yang perlu ditingkatkan,” terangnya. Sekretaris Forum Kabupaten Kota Sehat (KKS) Kabupaten Tegal Risnanto menyebutkan, dari total sembilan tatanan Kabupaten/Kota Sehat, sebagian besar telah dioptimalkan. Tiga tatanan bahkan sudah mencapai 100 persen. Namun, pada indikator SK kelembagaan, masih dibutuhkan peningkatan. Menurut Risnanto,i nilai SK kelembagaan saat ini telah tercapai 76. Untuk mencapai kategori Wiwerda dibutuhkan nilai 81. Risnanto menambahkan pihaknya akan memperluas sosialisasi ke desa dan kecamatan guna memperbaiki kelengkapan dokumen kelembagaan. "Saat ini kami sedang melakukan roadshow ke 18 kecamatan untuk memastikan bahwa pada 2027 Kabupaten Tegal bisa naik level, minimal ke Wiwerda atau bahkan Wistara,” ungkapnya. Risnanto menjelaskan berbagai tatanan penilaian mulai dari pemukiman sehat, pendidikan, sektor pariwisata, pasar, perindustrian, layanan sosial, hingga mitigasi bencana telah dijalankan secara optimal. Sebanyak 22 OPD juga telah membuat komitmen bersama mendukung program Kabupaten/Kota Sehat. Namun demikian, beberapa desa masih memiliki pekerjaan rumah terkait kelengkapan dokumen kelembagaan. “Desa wajib memiliki SK kelembagaan, sekretariat, rencana kerja, dan rencana anggaran. Jika empat syarat ini dipenuhi untuk seluruh desa dan kelurahan, peluang kita mencapai Wiwerda bahkan melompat ke Wistara sangat besar,”terangnya. **

Artikel Terkait