Gudang dan Ruang Tenun Eks Pabrik Texin Tegal Ludes, Damkar Fokus Cegah Api Meluas
Minggu, 19 Oktober 2025 | 18.53

TEGAL, puskapik.com - Kebakaran hebat yang melanda eks Pabrik Texin di Jalan Pala Raya, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Sabtu malam 18 Oktober 2025, terus ditangani hingga Minggu dini hari 19 Oktob...
TEGAL, puskapik.com - Kebakaran hebat yang melanda eks Pabrik Texin di Jalan Pala Raya, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Sabtu malam 18 Oktober 2025, terus ditangani hingga Minggu dini hari 19 Oktober 2025.
Sedikitnya delapan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar ruang tenun dan gudang milik PT Sandang Tegal Intijaya (STI).
Kedelapan unit tersebut berasal dari empat mobil Damkar Kabupaten Tegal, tiga dari Kota Tegal dan satu unit bantuan dari Kabupaten Brebes.
Sejak malam hingga dini hari, petugas masih berjibaku di lokasi untuk menaklukkan api yang sulit dikendalikan.
Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tegal, Imam Kusnandar mengatakan, api berkobar di bagian ruang tenun yang berisi ratusan mesin dan bahan tekstil mudah terbakar.
Menurut Imam, kondisi itu membuat upaya pemadaman sangat menantang.
"Air sebanyak apapun sepertinya tidak akan mampu memadamkan api yang membakar ruangan seluas dan sebesar ini," ujar Imam di sela-sela pemadaman di titik belakang ruang tenun.
Imam menjelaskan, banyaknya material mudah terbakar membuat petugas harus melakukan langkah taktis dengan melihat situasi lapangan.
Selain memadamkan api, petugas juga melakukan lokalisir agar kobaran tidak meluas ke area lain.
"Tadi di sisi Selatan dan Barat sudah kami lokalisir. Beberapa alat dan bahan yang memicu api semakin besar juga sudah dievakuasi," jelas Imam.
Fokus utama pemadaman dilakukan di area dalam dan luar ruang tenun, karena di sisi Selatan terdapat bangunan lain yang disewa PT Samone Abadi Indonesia untuk produksi garmen.
Petugas berupaya keras agar api tidak merambat ke area tersebut maupun ke permukiman warga di sekitar pabrik.
Sementara itu, Pengawas Aset PT Industri Sandang Nusantara (ISN) Warto, mengungkapkan bahwa dua hari sebelum kebakaran, tepatnya pada Jumat 17 Oktober 2025, pihak penyewa baru saja melakukan penggantian trafo listrik.
Pada hari yang sama, aktivitas produksi di PT STI juga diliburkan hingga Minggu 20 Oktober 2025.
"Sejak Jumat tidak ada aktivitas pekerja, mungkin karena mau ada penggantian trafo. Senin mereka baru rencana masuk kerja, tapi malah kebakaran," kata Warto.
Warto menambahkan, ruang tenun dan gudang yang terbakar tidak memiliki sekat pembatas. Mesin, bahan kain serta perlengkapan lain bercampur di satu area, membuat api cepat menyebar.
"Di ruang tenun dan gudang hampir tidak ada sekat. Antara mesin, bahan kain dan lain-lain campur jadi satu," ujar Warto.
Hingga Minggu sekitar pukul 02.30 WIB, api masih terlihat di beberapa titik. Petugas pemadam masih melakukan penyemprotan dan pendinginan di area terdampak. **



