Genangan Air Krandon Tegal Ditangani, 250 Orang Turun Bersihkan Saluran

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11.25
Genangan Air Krandon Tegal Ditangani, 250 Orang Turun Bersihkan Saluran

Sebanyak 250 orang gotong royong membersihkan saluran di Krandon, Tegal, sebagai upaya atasi genangan air musiman yang kerap melanda warga.

TEGAL, puskapik.com - Ratusan komponen masyarakat bergotong royong menggelar kerja bakti massal di Kelurahan Krandon, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Sabtu 10 Januari 2026.

Langkah itu dilakukan sebagai upaya mengatasi persoalan genangan air yang telah terjadi selama puluhan tahun.

Kerja bakti ini menyasar wilayah RW 04, yang sebelumnya kembali dilanda genangan air cukup parah pada 31 Desember 2025 hingga 6 Januari 2026.

Baca Juga: Mobil Avanza Terbakar di Simpang Sirandu Pemalang, Ternyata Ini Penyebabnya

Genangan tersebut menjadi bencana musiman yang hampir setiap tahun dirasakan warga setempat.

Kegiatan diawali dengan apel bersama di halaman lokasi yang sempat difungsikan sebagai tenda pengungsian warga.

Apel dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, dan dihadiri anggota DPRD Kota Tegal dari Daerah Pemilihan Margadana.

Baca Juga: KPU Kota Tegal dan Lembaga Pemantau Pemilu Perisai Demokrasi Bangsa

Lurah Krandon, Warkum menjelaskan, kerja bakti difokuskan pada pembersihan saluran air pasca genangan di RW 04, mulai dari RT 01 hingga RT 06.

"Lokasi kerja bakti dimulai dari saluran perbatasan sawah di sisi Barat, memanjang hingga rel kereta api, lalu ke saluran Sigewor di Jalan Bekasi Selatan yang berbatasan langsung dengan Kelurahan Kaligangsa," kata Warkum.

Sebanyak 250 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut, terdiri dari warga, aparatur kelurahan serta unsur instansi terkait.

Mereka bergotong royong membersihkan sampah, lumpur dan sedimen yang menyumbat aliran air.

Menurut Warkum, genangan air terparah terjadi di RT 06/ RW 04, yang berbatasan langsung dengan wilayah Kaligangsa.

Kondisi ini disebabkan karena wilayah tersebut menjadi pintu keluar dan masuk aliran air.

"Di sana posisinya lebih rendah. Salurannya juga belum maksimal, sehingga air sulit mengalir. Pembersihan ini diharapkan bisa mempercepat air surut ketika hujan deras terjadi," ujar Warkum.

Untuk solusi jangka panjang, Warkum berharap Pemerintah Kota Tegal bersama masyarakat dapat melakukan perbaikan saluran drainase yang ada serta menetapkan kebijakan terkait pompanisasi.

"Wilayah Krandon ini posisinya seperti mangkuk. Jadi selain saluran diperbaiki, perlu juga pompa agar air bisa lebih cepat keluar saat terjadi genangan," kata Warkum. **

Artikel Terkait