Angkutan Sekolah Gratis di Kota Tegal Berlanjut, Dishub Dapat Anggaran Rp 60 Juta
Jumat, 5 Desember 2025 | 20.12

TEGAL, puskapik.com - Uji coba layanan angkutan sekolah gratis yang digagas Dinas Perhubungan Kota Tegal selama 18 hari mendapat respon positif dari Komisi III DPRD Kota Tegal. Program yang menyasar p...
TEGAL, puskapik.com - Uji coba layanan angkutan sekolah gratis yang digagas Dinas Perhubungan Kota Tegal selama 18 hari mendapat respon positif dari Komisi III DPRD Kota Tegal. Program yang menyasar pelajar SMP dan SMA itu dinilai efektif dan layak dilanjutkan.
Dalam rapat kerja, Rabu 3 Desember 2025, Komisi III meminta agar program tersebut kembali dijalankan demi mempermudah akses siswa berangkat dan pulang sekolah.
Ketua Komisi III, Sutari menyebut bahwa uji coba dengan anggaran Rp 19 juta tersebut terbukti bermanfaat.
Sedikitnya 10 angkot disiagakan dengan tiga rute Bahari A, B dan C, untuk mengangkut siswa secara gratis.
“Program ini bisa dilanjutkan, bahkan jangkauannya diperluas. Tahun 2026 sudah dianggarkan sekitar Rp 60 juta,” ujar Sutari saat dihubungi puskapik.com, Kamis 4 Desember 2025.
Komisi III juga mendorong Dinas Perhubungan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta kepala sekolah yang dilewati trayek angkot. Tujuannya, meningkatkan pemanfaatan layanan tersebut oleh para pelajar.
Selain itu, Dinas Perhubungan juga diminta memperkuat sosialisasi kepada masyarakat.
Terpisah, Kepala Dishub Kota Tegal, Abdul Kadir atau Ading, menjelaskan bahwa penumpang angkot sekolah gratis didominasi siswa SMP.
Sementara siswa SD kebanyakan masih diantar orang tua dan siswa SMA telah memiliki kendaraan sendiri.
Program ini, kata Ading, turut menarik perhatian Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah.
“Melihat kondisi di lapangan dan banyaknya angkot yang kosong, kami menginisiasi program ini. Alhamdulillah, selain dukungan DPRD, provinsi juga merespons positif,” ungkap Ading.
Menurut Ading, selain meningkatkan akses pendidikan, program ini turut membantu ekonomi keluarga.
“Dengan angkot gratis, uang saku siswa bisa ditabung untuk kebutuhan lain. Rekan-rekan sopir angkot juga ikut berdaya sebagai bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan,” tutur Ading.
Dengan anggaran Rp 60 juta pada 2026, Dishub memperkirakan layanan angkutan sekolah gratis dapat beroperasi selama sekitar dua bulan.
Saat ini, dari 150 angkot yang terdata, hanya 15 unit yang masih beroperasi dan sebagian membutuhkan peremajaan.
“Kami fokus memaksimalkan angkot yang ada di trayek kota. Untuk wilayah Margadana sudah ada angkot yang beroperasi, jadi belum ada rencana memperluas ke sana agar tidak berbenturan,” pungkas Ading. **



