Open post

Rawan Kecelakaan, Satlantas Polres Tegal Pasang Spanduk Imbauan di Jalur Kalibakung-Guci

PUSKAPIK.COM, Slawi – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tegal dan Dinas Perhubungan Kabupaten Tegal, Sabtu siang, 6 November 2021, menggelar survei di titik jalur rawan kecelakaan lalu lintas dan jalur trouble spot atau jalur rawan macet akibat kondisi jalan yang menanjak dan menikung. Survei dilakukan di ruas jalur Kalibakung-Bojong yang merupakan jalur menuju objek wisata Guci.

“Kita bersaman Dinas Perhubungan dan instansi terkait melaksanakan survei pada jalur trouble spot dan rawan laka,” kata Kasatlantas Polres Tegal AKP Dwi Himawan Chandra.

Ia menjelaskan, ada empat titik di jalur Kalibakung-Bojong yang diwaspadai sebagai titik rawan kecelakaan dan jalur trouble spot. Antara lain di jalur tanjakan Kalibakung dan leter S Bukit Siwuni.

Di titik rawan kecelakaan dan trouble spot, Satlantas Polres Tegal memasang spanduk imbauan bertuliskan “Tanjakan dan Tikungan Tajam, Gunakan Gigi 1”. Spanduk imbauan tersebut salah satunya dipasang di jalur leter S Bukit Siwuni.

“Ketika melintasi tanjakan dan tikungan Siwuni ini kita berikan imbauan agar kendaraan menggunakan gigi 1,” kata Himawan.

Ia menambahkan, sebagai jalur wisata, arus lalu lintas di ruas jalan Kalibakung-Bojong selalu ramai. Terlebih jika akhir pekan volume kendaraan akan meningkat karena banyak orang yang berwisata ke Guci dan sejumlah tempat wisata lainnya di wilayah Bojong dan Bumijawa.

“Pemasangan spanduk imbauan diharapkan akan menjadi rambu dan petunjuk bagi pengendara saat melintasi jalan berkelok dan menanjak,” katanya.

Himawan menambahkan, tim urai Polres Tegal akan disiagakan di jalur rawan kecelakaan dan trouble spot pada akhir pekan, untuk mencegah terjadinya kemacetan maupun kecelakaan saat terjadi peningkatan volume kendaraan.

“Khusus pada weekend kita menerapkan tim urai, tapi tim urai mobiling dari Siwuni ini sampai ke Pertigaan Yomani,” katanya.

Kontributor: Sakti Ramadhan
Editor: Faisal M

Open post

Ngeri! Ceceran Lumpur di Jalan Penujah

SLAWI (PUSKAPIK) – Lumpur atau tanah galian C yang tercecer di ruas Jalan Penujah-Dukuhjati, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal saat musim penghujan kian parah. Hampir setiap jam, ada pengendara roda dua yang tergelincir karena jalan tersebut sangat licin.

“Sering ada yang terjatuh. Tadi saja, saya lewat jalan itu, ada yang jatuh. Kebanyakan ibu-ibu,” kata Firman (36), seorang pengendara motor, saat melintas di jalan itu, Kamis (2/1/2020).

Dia menuturkan, lumpur yang menumpuk di sepanjang jalan tersebut, berasal dari kendaraan dump truk yang memuat tanah galian C. Sepertinya, muatannya melebihi kapasitas dan tidak ditutup terpal, sehingga tanahnya tercecer di jalan. Terlebih, saat ini sedang musim hujan sehingga tanah yang tercecer bercampur dengan air hujan.

“Lumpurnya lumayan tebal. Sehingga pengendara roda dua kesulitan kalau lewat jalan itu. Pokoknya harus ekstra hati-hati,” ucapnya.

Terpisah, Anggota DPRD Kabupaten Tegal, Bambang Romdhon Irawan, mengatakan hal senada. Menurutnya, jalan yang dipenuhi lumpur itu, sudah terjadi sejak masuk musim hujan. Dia membenarkan jika jalan tersebut kerap menimbulkan kecelakaan tunggal.

“Seringnya sepeda motor yang jatuh. Biasanya kalau pagi dan sore. Mayoritas korbannya anak sekolah dan pekerja,” ungkapnya.

Dia berharap, ceceran tanah itu secepatnya dibersihkan. Caranya, dengan menyemprotkan air di sepanjang jalan yang dipenuhi lumpur. Pengusaha galian C harus menyiapkan petugas khusus.”Harus ada petugas khusus untuk membersihkan tanah lumpur itu,” pintanya.

Selain mengeluhkan licinnya jalan tersebut, pihaknya juga menyoroti soal minimnya drainase di sepanjang jalan Penujah-Dukuhjati. Dia berharap dinas terkait untuk segera membangun drainase.”Harus ada drainasenya, sehingga airnya tidak menggenangi jalan,” ujarnya.(WIJ)

Scroll to top