Komunitas TOC menyerahkan bantuan Peduli Korban bencana tanah gerak di desa Padasari Jatinegara Kab Tegal

Komunitas TOC menyerahkan bantuan Peduli Korban bencana tanah gerak di desa Padasari Jatinegara Kab Tegal
SLAWI, puskapik.com - TOC Touring overland community sebuah komunitas Roda 4 yang berafiliasi dengan IOF Indonesia Offroad Ferderation telah mengadakan baksos peduli korban bencana tanah gerak di Desa Padasari Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal. Wondo Priyono selaku ketua TOC mengutarakan bahwa Donasi yang terkumpul dari anggota TOC yang berasal dari Brebes, Tegal, Slawi dibelanjakan barang barang yang dibutuhkan di posko pengungsian yang diterima oleh BNPB setempat. Bantuan tersebut senilai 12 juta terdiri dari obat obatan, pampers, snack, beras, minyak goreng, mie instant، kopi, susu, teh, gula, telur dan kebutuhan pokok lainnya.
Baksos TOC Peduli Korban bencana ini sebagai bentuk kepedulian kami dan perhatian kami terhadap sesama semoga batuan ini bisa membantu para korban bencana di posko pengungian ungkap Eris Salman El Farisi sebagai pembina TOC .
Baca Juga: Lari 5K Meriahkan HUT ke-348 Brebes, 1.021 Peserta Padati Jalanan Bumiayu
Setelah memberikan bantuan bersama sama rekan rekan anggota TOC melihat keadaan dilokasi desa Padasari. keadaan dilapangan bahwa bencana tanah gerak tidak hanya terjadi sekali saat thari selasa anggal 3 Februari 2026 saja tapi sampai saat ini pun hari Sabtu 7 Februari 2026 setelah kunjungan Wapres Gibran Rakabui pun pada hari Jumat masih terjadi pergerakan tanah tiap harinya dan semakin parah menyebabkan kerusakan dirumah rumah penduduk sehingga ssmakin luas dan banyak korban terdampak bencana yang harus diungsikan. Posko posko pengungsian yang ada tentunya banyak membutuhkan bantuan bantuan logistik di tenda tenda pengungsian. Sementara itu penduduk masih dalam memindahkan barang barang yang masih bisa diselamatkan untuk di tempatkan di rumah sanak saudaranya. Eris salman berharap Semoga relokasi rumah rumah penduduk terdampak bencana bisa segera terwujud mengingat kondisi tanah dan bangunan korban bencana sudah tidak layak huni.



