Bus Wisata ke Guci Dilarang Lewat Clirit, Kapolres Tegal Alihkan Arus via Pemalang

Polres Tegal mengerahkan 720 personel dalam Operasi Ketupat Candi 2026 untuk mengamankan arus mudik Lebaran serta menyiapkan 10 pos pengamanan.
SLAWI, puskapik.com – Polres Tegal resmi memulai Operasi Ketupat Candi (OKC) 2026 untuk mengamankan arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H.
Sebanyak 720 personel gabungan dikerahkan untuk memastikan kenyamanan warga di wilayah Kabupaten Tegal.
Apel Gelar Pasukan dipimpin langsung oleh Kapolres Tegal, AKBP Bayu Prasatyo, di Lapangan Pemda Kabupaten Tegal, Jumat , 12 Maret 2026 sore . Operasi ini dijadwalkan berlangsung selama 13 hari hingga 25 Maret 2026.
"Ada 720 personel yang kami siagakan, terdiri dari 360 anggota Polri dibantu TNI, Brimob, serta instansi terkait. Kami juga menyiapkan 10 pos yang tersebar di titik-titik strategis," ujar AKBP Bayu Prasatyo.
Baca Juga: Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Pekat Selama Bulan Ramadhan Dimusnahkan
Salah satu poin penting dalam pengamanan tahun ini adalah pengalihan arus kendaraan besar menuju Objek Wisata Guci. Kapolres menegaskan, bus pariwisata dilarang melintasi jalur Clirit karena kondisi jalan yang rusak dan retak sehingga membahayakan kendraaan besar.
"Jalur Clirit medannya berat dan belum aman untuk bus. Kami sudah berkoordinasi agar bus wisata diarahkan melalui jalur Pemalang. Jalur Clirit hanya untuk mobil pribadi dan motor," tegasnya.
Sementara itu, guna menekan angka kriminalitas selama rumah ditinggal mudik, Polres Tegal membuka layanan penitipan sepeda motor gratis di Mapolres Tegal. Warga dipersilakan menitipkan kendaraannya agar lebih aman dari ancaman pencurian.
Baca Juga: Kwaran Jatinegara Siap Amankan Jalur Alternatif Mudik Lebaran Via Jatinegara
Selain itu, pemudik juga bisa memanfaatkan inovasi digital dari Polda Jateng berupa Chatbot Travel Assistant Corridor (TAC) melalui WhatsApp. Layanan ini membantu memantau jalur alternatif hingga lokasi pos pengamanan terdekat.


