Bupati Tegal Dorong Integrasi Pengelolaan Lereng Gunung Slamet

Selasa, 24 Februari 2026 | 13.39
Bupati Tegal menerima rombongan Komisi IV DPR RI di Kota Tegal, Senin (23/2/2026).
Bupati Tegal menerima rombongan Komisi IV DPR RI di Kota Tegal, Senin (23/2/2026).

Bupati Kabupaten Tegal dorong integrasi pengelolaan lereng Gunung Slamet lintas daerah guna perkuat mitigasi bencana dan tata kelola Guci.

SLAWI, puskapik.com – Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mendorong integrasi pengelolaan lereng Gunung Slamet secara lintas kabupaten untuk memperkuat mitigasi bencana hidrometeorologi. Hal ini disampaikan saat menerima kunjungan kerja Komisi IV DPR RI di Bahari Inn, Kota Tegal, Senin (23/2/2026).

Hadir dalam kegiatan itu,Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, serta pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI. Turut hadir para Direktur Jenderal Kementerian Kehutanan RI, Plt. Direktur Utama Perum Perhutani, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah.

Bupati Ischak menuturkan, kehadiran Komisi IV DPR RI menjadi wujud komitmen pemerintah pusat dalam mendukung penguatan kebijakan kehutanan dan mitigasi bencana di daerah.

Baca Juga: Kotor Sekali, Titiek Soeharto Bongkar Buramnya PPN Tegalsari Kota Tegal

Menurut Bupati, penguatan tata kelola kawasan hulu menjadi kebutuhan mendesak, terutama pascabanjir bandang yang melanda kawasan Taman Wisata Alam Guci dan berdampak pada infrastruktur serta aktivitas perekonomian masyarakat.

Ia menegaskan, kejadian tersebut menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak untuk memperkuat penanganan risiko hidrometeorologi secara menyeluruh dan berkelanjutan.

"Pemerintah daerah telah melakukan langkah cepat, mulai dari penanganan darurat hingga normalisasi sungai. Namun, ketangguhan kawasan ini membutuhkan sinergi jangka panjang dengan pemerintah pusat," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati menekankan tiga hal utama, yakni integrasi pengelolaan lereng Gunung Slamet secara lintas kabupaten, dukungan terhadap usulan pembentukan taman nasional, serta penguatan sistem peringatan dini berbasis teknologi yang diiringi penataan ulang kawasan wisata dengan mengutamakan aspek keselamatan pengunjung.

"Kami mendukung penuh pembentukan taman nasional sebagai langkah strategis untuk menjaga fungsi ekologis, mencegah alih fungsi lahan, serta memperkuat mitigasi bencana bagi wilayah penyangga seperti Guci," imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua

Halaman 1 dari 2

Artikel Terkait