Baznas Kabupaten Tegal Gelar Latihan Dasar Kelompok Mengelola Warung Kelontong Bagi 30 Mustahik

Sebanyak 30 mustahik mengikuti LDK pengelolaan warung kelontong profesional dalam program Z-Mart Baznas Kabupaten Tegal di Gedung PKK Slawi, Selasa 2026.
SLAWI, puskapik.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tegal menggelar latihan dasar kelompok (LDK) mengelola warung kelontong secara profesional di Gedung PKK Kabupaten Tegal, Selasa 10 Februari 2026. Kegiatan program Z-Mart ini diikuti oleh 30 mustahik yang telah merintis usaha warung kelontong.
Wakil Ketua Baznas Bidang Pendayagunaan dan Pendistribusian Zakat, Infak Sedekah (ZIS) Baznas Kabupaten Tegal, Syafiq Zuhri, menuturkan bahwa program Z-Mart merupakan salah satu ikhtiar strategis Baznas Kabupaten Tegal dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui penguatan usaha ritel berbasis warung.
Baca Juga: Pemprov Jateng Beri Apresiasi 53 Perusahaan Peduli
"Dalam program ini, setiap mustahik Z-Mart akan menerima bantuan sebesar Rp8.000.000, yang dialokasikan 50% untuk pengadaan perkakas usaha dan 50% untuk belanja produk awal yang akan dipasarkan," tutur Syafiq
Melalui kegiatan LDK ini, para peserta dibekali pengetahuan dasar kewirausahaan, pengelolaan usaha, serta pembentukan karakter pelaku usaha yang jujur, disiplin, dan berorientasi pada keberkahan.
Syafiq menuturkan, program Z-Mart ini akan dilaksanakan pada 30 titik lokasi yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Tegal, sehingga diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas dan merata.
"Kami berharap, bantuan dan pendampingan yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi benar-benar mampu mendorong pertumbuhan usaha mustahik secara berkelanjutan, sehingga ke depan mereka dapat bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki,"harapnya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kabupaten Tegal Imam Rudy Kurnianto menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Baznas Kabupaten Tegal atas inisiatif dan konsistensinya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program-program zakat produktif, salah satunya melalui Z-Mart.
Program Z-Mart ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat usaha mikro, khususnya warung dan ritel kecil, agar mampu berkembang menjadi lebih mandiri, profesional, serta berdaya saing.
"Kegiatan latihan dasar seperti ini sangat penting sebagai fondasi awal bagi para pelaku usaha untuk memahami pengelolaan usaha secara lebih baik, mulai dari pencatatan keuangan, manajemen stok, hingga pelayanan kepada pelanggan," tutur Rudy yang hadir dalam pembukaan kegiatan.



